Dari Hutan Mangrove ke Destinasi Wisata: Jalan Baru Teluk Lingga

KUTAI TIMUR, Netizens.id — Kawasan pesisir Kutai Timur menyimpan potensi wisata alam yang luar biasa, salah satunya adalah Teluk Lingga. Namun di balik keindahannya, kawasan ini juga menyimpan ekosistem mangrove yang sangat penting untuk dijaga.
Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, melalui Dinas Pariwisata, menegaskan komitmennya untuk menjadikan perlindungan lingkungan terutama hutan mangrove sebagai bagian inti dalam pengembangan pariwisata.
“Mangrove itu dilindungi. Tidak boleh ditebang, tidak bisa sembarangan dibuka untuk kegiatan wisata. Tapi bukan berarti tidak bisa dikembangkan,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kutai Timur, Nurullah, Senin (21/4/2025)

Menurutnya, pendekatan yang diambil adalah mengedepankan eco-wisata atau wisata berbasis pelestarian alam. Dalam hal ini, pembangunan infrastruktur wisata harus menyesuaikan kondisi alam, bukan sebaliknya.
“Kalau mau bikin jalan atau akses, itu kita arahkan agar dibuat di celah-celah pohon. Bisa juga seperti di Bontang dan Singkama, mereka buat jembatan kayu di atas mangrove, bukan merusaknya,” jelasnya.
Pantai Teluk Lingga saat ini sebagian besar dikelola oleh masyarakat dan belum di bawah kendali penuh pemerintah. Namun, saat ini pemerintah masuk dalam rencana penataan ruang kawasan pariwisata Kutai Timur.
Pemerintah daerah tengah menyusun desain pengembangan bersama Dinas Perikanan dan Bappeda, agar kawasan ini bisa menjadi contoh pemanfaatan wisata tanpa mengorbankan fungsi ekologisnya.
“Mangrove itu bukan sekadar hiasan. Dia melindungi pesisir, jadi tempat ikan berkembang biak, dan jadi daya tarik sendiri. Kalau rusak, bukan cuma ekosistem yang hancur, tapi wisata juga mati,” tegas Nurullah.
Upaya perlindungan juga dikaitkan dengan faktor keselamatan wisatawan. Dinas Pariwisata mengingatkan bahwa kawasan mangrove dan pantai juga menjadi habitat hewan liar seperti buaya. Oleh karena itu, mitigasi risiko terus dilakukan melalui perencanaan desain kawasan yang aman dan edukatif.
“Kita juga pasang peringatan, edukasi ke pengunjung. Wisatawan itu dilindungi undang-undang, jadi keselamatan mereka prioritas,” katanya.
Ke depan, pemerintah berharap destinasi seperti Teluk Lingga bukan hanya dikenal karena keindahannya, tetapi juga karena menjadi simbol keberhasilan menjaga alam dan memberdayakan masyarakat.
“Wisata itu bukan hanya cari ramai. Tapi bagaimana orang datang, terkesan, lalu pulang dengan cerita bahwa Kutai Timur itu indah dan sadar lingkungan,” tutup Nurullah.(Ty)







