Peristiwa Daerah

‎Ketua KNPI Kutim: KNPI Rumah Bersama Pemuda, Bukan Alat Politik ‎

KUTAI TIMUR, Netizens.id — Menjelang pelantikan pengurus baru Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kutai Timur yang dijadwalkan pada 22 Mei 2025 pukul 09.00 WITA di Ruang Meranti Kantor Bupati, Ketua DPD KNPI Kutim Avivurahman menegaskan posisi KNPI sebagai wadah inklusif bagi seluruh pemuda, bukan alat kepentingan politik.

‎”Prinsipnya KNPI adalah rumah besar pemuda Kutai Timur, bukan alat politik siapa pun. Kami mengakomodasi semua OKP, baik berlatar partai maupun non-partai. Tapi dalam pengambilan kebijakan, KNPI berdiri independen, tidak berpihak kepada kepentingan partai tertentu,” ujar Avivurahman dalam konferensi pers di gedung DPD KNPI Kutim, Sabtu (17/5/2025)

‎Ia juga menyinggung peran strategis KNPI sebagai laboratorium kader yang telah melahirkan banyak pemimpin daerah. “Hari ini hampir 70 persen pimpinan di Kutim berasal dari proses kaderisasi KNPI. Itu menjadi standar yang harus kami lampaui,” jelasnya.

‎Mengenai isu dualisme KNPI, Avivurahman menyatakan bahwa saat ini KNPI Kutim telah bersatu dan solid. “Kalau ada upaya-upaya memecah belah, biarlah itu menjadi dinamika saja. Kami percaya pemuda Kutai Timur cukup dewasa untuk tidak terjebak kepentingan sesaat,” tegasnya.

‎Avivurahman juga mengungkapkan bahwa sejak pra-pelantikan, KNPI Kutim sudah menjalankan berbagai program, seperti Ramadan Run dan Kampung Ramadan. Pasca pelantikan, KNPI akan meluncurkan program unggulan Komite Tanda Muda (KTM) yang menyasar sektor pertanian dan pangan pemuda, serta menggelar sunatan massal bagi 200 anak.

‎“Ini membuktikan kami bergerak sebelum seremonial pelantikan. Kami juga sedang membangun komunikasi lintas sektor, termasuk perusahaan dan stakeholder ketenagakerjaan, demi menekan dampak pemutusan hubungan kerja terhadap pemuda,” jelasnya.

‎Terkait pendanaan, Avivurahman menyebut KNPI Kutim mengupayakan kombinasi dari APBD, CSR, dan donasi mandiri, namun pengelolaannya tetap berbasis kolektif melalui bidang dan OKP. “KNPI bukan sekadar pengelola anggaran, tapi fasilitator harapan-harapan pemuda Kutim.”

‎Menutup pernyataannya, Avivurahman menegaskan komitmen untuk menjangkau 18 kecamatan dengan pembentukan DPK yang aktif dan memiliki sekretariat sendiri. “Tantangan hari ini adalah memperkuat struktur di kecamatan. Kalau KNPI adalah laboratorium kader, maka sekretariat adalah ruang eksperimen gagasannya.”

‎KNPI Kutim, tambahnya, juga bersiap terlibat aktif dalam pembahasan Rancangan Perda Kepemudaan bersama legislatif dan eksekutif. “Kami sudah siapkan tim hukum untuk memastikan suara pemuda masuk dalam regulasi,” pungkasnya.(Ty)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button