PUPR Kutim Pastikan Pemerataan Pelatihan Konstruksi di Seluruh Kecamatan
KUTAI TIMUR – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus berkomitmen meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor jasa konstruksi. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan menghadirkan program pelatihan tenaga kerja konstruksi yang menjangkau seluruh wilayah hingga ke pelosok 18 kecamatan.
Kepala Dinas PUPR Kutim, Joni Setia Abadi, mengatakan pihaknya saat ini telah mengoperasikan satu unit mobil pelatihan keliling (Mobile Training Unit). Fasilitas tersebut digunakan untuk mendekatkan akses pelatihan dan pembinaan kepada masyarakat yang bekerja di sektor konstruksi, terutama di daerah yang jauh dari ibu kota kabupaten.
“Mobil training ini salah satu cara kita menjemput bola. Tujuannya agar teman-teman pekerja di 18 kecamatan bisa kita latih langsung di lapangan, tanpa harus datang ke Sangatta,” ungkap Joni, Sabtu (15/11/2025).
Menurutnya, kegiatan pelatihan ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah daerah dalam memastikan seluruh tenaga kerja konstruksi di Kutim memiliki keterampilan dan sertifikasi resmi. Sebab, sebelum mendapat sertifikat keahlian, para pekerja wajib mengikuti pelatihan teknis terlebih dahulu.
“Pelatihan ini juga bentuk pemerataan pembangunan SDM. Kami ingin tenaga kerja di seluruh kecamatan punya kemampuan yang sama, baik yang di pusat kota maupun di pedalaman,” tambahnya.
Selain pelatihan melalui mobil keliling, PUPR Kutim juga tetap melaksanakan pelatihan konvensional di lokasi-lokasi tertentu. Metode ini dilakukan untuk memastikan semua wilayah mendapat kesempatan yang sama dalam pengembangan keahlian konstruksi.
Program pembinaan tenaga kerja konstruksi ini, kata Joni, sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, yang mewajibkan setiap tenaga kerja di bidang tersebut memiliki sertifikat kompetensi.
“Harapannya, tenaga kerja lokal kita semakin siap bersaing dan menjadi pilihan utama dalam setiap proyek pembangunan di Kutai Timur,” pungkasnya. (Adv/Kominfo)







