Advertorial

Program Bedah Rumah di Sangatta Selatan Sasar Warga Kurang Mampu  

KUTAI TIMUR, Netizens.id – Program bedah rumah untuk warga kurang mampu terus dilaksanakan di Desa Sangatta Selatan melalui berbagai sumber anggaran. Program ini bertujuan memberikan hunian layak bagi masyarakat yang rumahnya tidak memenuhi standar kesehatan.

Kepala Desa Sangatta Selatan, Muhajir, menjelaskan, terdapat dua jenis program bedah rumah yang berjalan di wilayahnya. Pertama adalah program Rumah Layak Huni (RLH) dan kedua adalah program rehabilitasi rumah, keduanya bersumber dari pemerintah kabupaten.

“Ada RLH dan ada rehabilitasi rumah dari kabupaten. Bahkan ada juga dari pemerintah provinsi yang masuk di Sangatta Selatan dan sudah terealisasi, sudah selesai,” ujarnya dalam wawancara eksklusif dengan media ini, Selasa (25/11/2025).

Program dari pemerintah provinsi, menurutnya sudah selesai dilaksanakan seluruhnya, sementara program dari kabupaten masih dalam tahap pelaksanaan. Jumlah penerima program bedah rumah tidak disebutkan secara pasti, namun dipastikan menyasar warga yang benar-benar membutuhkan.

Terkait kemiskinan, Kepala Desa ini menegaskan bahwa di Sangatta Selatan tidak ada kemiskinan ekstrem. Dari data penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT), hanya 46 kepala keluarga yang masuk kategori tersebut, namun setelah validasi lebih tepat disebut sebagai keluarga kurang mampu.

“Kalau miskin ekstrem menurut saya tidak ada. Yang ada adalah keluarga kurang mampu. Indikator miskin ekstrem menurut saya tidak memenuhi syarat untuk kondisi di Sangatta Selatan,” tegasnya.

Mayoritas masyarakat Sangatta Selatan memiliki mata pencaharian yang cukup, terutama dari sektor pertanian dan perkebunan. Dengan potensi lahan yang luas dan beragam, peluang ekonomi masyarakat terbuka lebar meskipun masih terkendala kawasan Taman Nasional.
“Pendapatan rata-rata masyarakat Sangatta Selatan relatif sudah mencapai standar Upah Minimum Regional (UMR), terutama bagi mereka yang memiliki lahan pertanian produktif seperti sawit dan padi. Namun tetap ada kelompok masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial,” tegasnya.

Muhajir menegaskan bahwa program bedah rumah menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat kurang mampu. Rumah yang layak huni merupakan salah satu indikator kesejahteraan dan kesehatan keluarga.

“Pemerintah desa berkomitmen untuk terus mengidentifikasi warga yang membutuhkan bantuan dan mengusulkan mereka sebagai penerima program bedah rumah. Koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan provinsi terus dilakukan untuk memastikan program tepat sasaran,” tutupnya. (Adv-Kominfo/Qi)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button