Advertorial

Wisata Rawa Bening dan Air Terjun Kilometer 10 Terkendala Anggaran dan Status Kawasan

KUTAI TIMUR, Netizens.id – Pengembangan potensi wisata di Desa Sangatta Selatan menghadapi kendala serius terkait pembiayaan dan status kawasan Taman Nasional Kutai. Dua objek wisata potensial, Rawa Bening dan air terjun di kilometer 10, belum bisa dimaksimalkan pengembangannya.

Kepala Desa Sangatta Selatan, Muhajir, menyampaikan, Rawa Bening merupakan kawasan wisata buatan yang sudah memiliki perencanaan dan master plan. Pekerjaan pembangunan sudah dimulai sejak tahun 2023, namun baru mencapai sekitar 5 persen dari yang seharusnya karena keterbatasan anggaran.

“Kita sudah punya perencanaannya, master plan Rawa Bening sebagai objek wisata buatan. Sudah ada pekerjaan di dalamnya tapi baru sekitar 5 persen karena kendalanya di anggaran,” jelasnya dalam wawancara eksklusif dengan media ini, Selasa (25/11/2025).

Sementara itu, untuk air terjun di kilometer 10 memiliki potensi wisata yang menjanjikan namun tidak bisa dikembangkan karena berada di kawasan Taman Nasional. Kendala pembiayaan menjadi masalah karena harus menggunakan sumber anggaran dari pemerintah dan bertentangan dengan regulasi terkait kawasan konservasi.

“Air terjun seharusnya bisa kita kembangkan, namun karena berada di kawasan Taman Nasional, dari sisi pembiayaan kita terkendala karena bertentangan dengan regulasi,” ungkapnya.

Selain dua objek wisata tersebut, Sangatta Selatan juga memiliki potensi wisata pertanian persawahan di beberapa lokasi. Ada di Jalan Santai, Rindang Benua kilometer 10, dan Dusun Gunung Teknik Kilo Meter 1. Khusus untuk wisata sawah di Jalan Santai, sudah ada pembangunan jembatan atau gertak ulin dengan bantuan dari Dinas Pariwisata.

“Di Jalan Santai sudah ada pekerjaan jembatan ulin yang dibantu Dinas Pariwisata. Ini akan terus kami upayakan supaya bisa selesai dan mudah-mudahan bisa menghasilkan pendapatan asli desa,” harapnya.

Pengembangan wisata pertanian persawahan dinilai berpotensi menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana pedesaan dan melihat langsung aktivitas pertanian tradisional masyarakat.

Kendala status kawasan Taman Nasional memang menjadi persoalan klasik di Sangatta Selatan. Tidak hanya menghambat pengembangan wisata, tetapi juga potensi pertanian dan pemukiman warga. Pemerintah desa terus mengupayakan perluasan Area Penggunaan Lain (APL) agar wilayah-wilayah potensial bisa dikelola secara optimal.

“Dengan potensi wisata yang beragam, Sangatta Selatan sebenarnya bisa menjadi destinasi wisata menarik di Kutai Timur. Namun diperlukan dukungan anggaran yang memadai dan penyelesaian masalah kawasan agar pengembangan pariwisata bisa berjalan maksimal dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tutupnya. (Adv-Kominfo/Qi)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button