17 Ribu Panggilan Prank Masuk Call Center 110

BANYUWANGI, Netizens.id – Polresta Banyuwangi menyediakan berbagai layanan aduan masyarakat. Diantaranya Call Center 110 dan layanan aduan via WhatsApp yakni layanan Wadul Kapolresta. Layanan tersebut banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menyampaikan pengaduan ataupun sekedar memberikan informasi. Namun, tidak sedikit aduan yang mengarah pada prank masuk melalui layanan 110.
Selama tahun 2025, layanan Wadul Kapolresta Banyuwangi di nomor 0821-3066-2001 mencatat sebanyak 186 aduan masyarakat sepanjang 2025.
Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Rama Samtama Putra, mengatakan, layanan Wadul Kapolresta tidak hanya diakses oleh masyarakat yang ada di Banyuwangi. Tetapi juga dari luar Banyuwangi. Aduan yang masuk, terbanyak berkaitan dengan pelayanan publik, disusul gangguan ketertiban masyarakat, penanganan perkara, balap liar.
“Seluruh aduan in sudah ditindaklanjuti dan direspon oleh jajaran PJU maupun kapolsek yang membidangi,” terangnya, Selasa, 30 Desember 2025.
Untuk layanan 110 telah diakses sebanyak 17.257 kali. Menariknya, dari jumlah itu, sebanyak 17.111 panggilan terindikasi prank. Sedangkan sisanya masing-masing sebanyak 23 panggilan terkait kecelakaan lalu lintas, 78 panggilan terkait pengaduan dan panggilan bersifat informasi sebanyak 45 kali.
“Sebagain besar 17.111 ini adalah telpon prank,” terangnya.
Dijelaskannya, pada layanan 110 ini, jika penelpon melakukan resgitrasi sesuai identitasnya, maka pada dashboard command center akan muncul data lengkap si penelpon. Lokasinya juga akan muncul pada peta yang ada di layar command center.
Panggilan yang masuk kategori prank tersebut, kemungkinan dilakukan oleh masyarakat yang ingin mencoba-coba melakukan layanan 110. Sebab, telepon itu hanya berdering satu kali, begitu diangkat oleh petugas command center telepon mati.
“Begitu diangkat tidak berani ngomong, lalu kemudian ditutup. Inilah yang tercatat sebanyak 17 ribu lebih tadi,” ujarnya.(Az)







