Bupati Kutim Tekankan Pentingnya Pengembangan Kompetensi ASN dalam Expose BKPSDM

KUTAI TIMUR – Dalam kegiatan “Expose Hasil Analisis Kebutuhan Pengembangan Kompetensi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim” yang diadakan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Alam (BKPSDM) bekerjasama dengan Pusat Pelatihan Pengembangan Kajian Desentralisasi dan Otonomi Daerah (PPKDOD) Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, sejumlah poin penting muncul. Acara ini digelar di Ruang Damar GSG Bukit Pelangi dan dihadiri oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Seskab Kutim Rizali Hadi, Kepala PPPKDOD LAN RI Muhammad Aswad, Sekretaris BKPSDM Kutim Akhmad Tarmiji, serta undangan dari berbagai perangkat daerah (PD) di lingkungan Pemkab Kutim.(05/03/2024)
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menyatakan bahwa expose ini sangat penting untuk memahami kinerja dalam mengukur kompetensi ASN Kutim.
“Karena expose ini memang sangat berpengaruh terhadap ASN dalam memberikan kesempatan hadir menduduki jabatan tertentu sesuai sistem struktur kepegawaian mulai dari eselon 2 hingga ke eselon 4. Hal ini juga sebagai bagian menganalisa kompetensi ASN yang memang bersungguh-sungguh paham dan siap dalam bidang yang diinginkan terutama dalam lelang jabatan pimpinan tinggi (JPT) Utama, JPT Madya, JPT Pratama, Jabatan Administrator dan Pengawas yang semuanya bertanggung jawab dan berperan dalam mengelola, memotivasi dan mendukung pengembangan kompetensi ASN,” jelasnya.
Ardiansyah menegaskan pentingnya arahan dari pimpinan untuk pengembangan kompetensi ASN. “Fokusnya bupati tetap memonitoring jalannya kompetensi sebagai bagian dari kapasitas ASN Kutim,” tambahnya.
Bupati juga menyoroti pernyataan dari Kepala PPPKDOD LAN RI Muhammad Aswad terkait ketimpangan antara kompetensi individual ASN dengan kompetensi organisasi.
“Ini memang benar memang perlu ada perbaikan, saya harap BKPSDM Kutim bisa memberikan pengarahan jika memang di kompetensi di organisasi masih belum berkembang. Ini harus jadi catatan. Kuncinya kita harus bangun team work dan manajemen harus kompak jadi membangun kekompakan dalam organisasi. Ayo, mari kita bangun koordinasi dari bawah ke atas dalam menuju manajemen leadership dan juga saya minta Seskab sebagai ASN tertinggi bersama BKPSDM bisa mengatur posisi penyebaran kepegawaian secara cermat,” jelasnya.
Kepala PPPKDOD LAN RI, Muhammad Aswad, dalam laporannya menyatakan bahwa expose ini menjadi referensi penting untuk masa depan, terutama dalam konteks big data dan kecerdasan buatan (AI). “Belum lagi sistem berbasis digital, jadi big data ini sebagai keniscayaan. Nah, lewat expose ini bisa menjadi salah satu data base ASN Kutim masuk sebagai subjek dan objek kajian,” ujarnya.
Aswad juga mengungkapkan bahwa dari 38 PD di lingkungan Pemkab Kutim, baru 15 PD yang telah memiliki acuan terkait data base.
“Di dalamnya terdapat penilaian pengembangan kompetensi. Kita masuk variabel dengan pengembangan kompetensi. Dalam hal ini kompetensi individu memang lebih meningkat daripada kompetensi di tubuh organisasi karena kinerja organisasi berbanding terbalik dengan kinerja individu. Karena berbasis kompetensi ke individu bukan menjurus ke organisasi. Padahal ini dasarnya organisasi harusnya memperbaiki kinerja ASN,” terangnya.
Ia menambahkan, “Dasarnya kinerja dan kompetensi untuk membangun sinergitas yang sudah diatur dalam Undang-Undang ASN 20 Tahun 2023 yang baru disahkan Oktober 2023 lalu dan saat ini muncul rancangan Peraturan Pemerintah (Permen) ASN kompetensi yang menjadi bagian komponen kompetensi,” tutupnya.(Adv)







