Advertorial

Ery Mulyadi: Kutai Timur Berupaya Meringankan Beban Masyarakat dengan Program GPM di 4 Zona

KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Bulog akan segera melaksanakan program untuk mengendalikan inflasi serta menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Program ini dikenal dengan Gerakan Pangan Murah (GPM) Nasional, yang akan mendistribusikan beras Stabilitas Pangan Bahan Pokok (SPBP). (19/03/2024).

Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kutim, Ery Mulyadi, kegiatan ini seharusnya dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia pada 6 Maret 2024, tetapi jadwalnya mengalami perubahan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).

“Pemerintah Kabupaten Kutai Timur masih menunggu informasi terbaru dari Bapanas. Kami memperkirakan informasi terkini akan diterima pada minggu ketiga Maret 2024 atau sebelum Idul Fitri 1445 hijriah. Jika tidak ada perubahan, kami akan melaksanakan program ini secara mandiri,” kata Ery di ruang kerjanya, Jalan Abdul Wahab Syahranie, Komplek Pusat Perkantoran Pemkab Kutim di Bukit Pelangi, Sangatta Utara.

Program ini merupakan bagian dari upaya Dinas Ketahanan Pangan Kutim untuk meringankan beban masyarakat dalam membeli bahan pangan, terutama beras yang mengalami kenaikan harga signifikan belakangan ini.

Dalam implementasinya, Dinas Ketahanan Pangan akan berkolaborasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK), serta pihak terkait lainnya. Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, tidak hanya dalam memenuhi kebutuhan beras, tetapi juga bahan pokok lain seperti gula, tepung, minyak goreng, dan telur.

Untuk mematangkan rencana pelaksanaan GPM, Ery akan segera melakukan koordinasi dengan semua pihak terkait.

Sangatta akan menjadi kecamatan pertama yang menjadi sasaran pelaksanaan GPM, dengan pembagian dalam 4 zona, termasuk wilayah pesisir dan pedalaman.

“Mengenai jumlah tonase yang akan disalurkan, kita masih menunggu informasi dari Bulog. Program GPM ini bersifat terbuka, sehingga siapapun berhak membeli dengan harga subsidi,” jelasnya.(Adv)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button