Kutai Timur

Disnakertrans Kutim Fasilitasi Serapan 1.000 Tenaga Kerja Lewat Job Fair

KUTAI TIMUR, Netizens.id — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lapangan kerja. Melalui kegiatan Job Fair yang digelar di Gedung Serbaguna (Meranti) baru-baru ini, lebih dari 1.000 tenaga kerja berhasil terserap oleh perusahaan.

“Job fair ini bagian dari 50 program prioritas visi dan misi Bapak Bupati dan Wakil Bupati terpilih, khususnya dalam penyediaan dan penyerapan tenaga kerja sebanyak 50.000 orang. Pemerintah hadir sebagai fasilitator, mempertemukan antara perusahaan dan pencari kerja,” ujar Kepala Disnakertrans Kutim, Roma Malau, Rabu (14/5/2025).

Tercatat sebanyak 18 perusahaan dari berbagai sektor turut ambil bagian dalam job fair tersebut. Mulai dari sektor pertambangan, perkebunan, keuangan, ritel (seperti Indomaret, Alfamidi, Eramart), hingga jasa makanan dan minuman seperti Pizza Hut dan Gacoan. Bahkan, usaha kecil seperti laundry juga ikut membuka peluang kerja.

“Dari sekitar 1.050 lowongan kerja yang tersedia, lebih dari 1.000 pelamar langsung terserap. Ini capaian yang luar biasa dan menunjukkan kepercayaan perusahaan terhadap angkatan kerja lokal,” tambah Roma.

Selain job fair, Disnakertrans juga menggencarkan pelatihan kerja sebagai bentuk inovasi. Salah satunya adalah pelatihan menjahit yang akan dimulai 20 bulan ini bekerja sama dengan PT Indexim dan BLK Boarding School. Nantinya, hasil pelatihan ini akan dikembangkan menjadi UMKM konveksi lokal untuk memenuhi kebutuhan perusahaan seperti seragam dinas.

“Kenapa harus ambil dari luar kalau bisa kita siapkan dari dalam daerah sendiri? Kita benahi mutunya, kita tingkatkan kapasitas desainer lokal. Ini sekaligus membuka lapangan kerja baru,” jelas Roma.

Disnakertrans juga mencatat penyerapan tenaga kerja sejak awal masa jabatan Bupati pada Februari 2021 hingga pertengahan 2024 sudah mencapai 65.000 orang dari 11 sektor. Sementara dari Juli 2024 hingga awal 2025, terdapat penambahan sekitar 2.000 tenaga kerja lagi.

Pemerintah juga menargetkan 150.000 orang tenaga kerja rentan seperti ojol, buruh harian, nelayan, petani, dan pelaku UMKM untuk mendapatkan perlindungan dan akses pekerjaan pada 2025.

“Kami terus bersinergi, baik dengan perusahaan maupun lembaga pelatihan. Setiap laporan kebutuhan tenaga kerja dari sektor formal maupun informal langsung kami tindak lanjuti. Prinsipnya, pemerintah harus hadir dan melindungi rakyatnya,” tegas Roma Malau.(Ty)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button