Kadis Nakertrans Kutim Bantah Isu Jobfair Hanya Formalitas: Semua Proses Terbuka dan Berbasis Data
KUTAI TIMUR (Netizens.id) – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kutai Timur, Roma Malau, membantah tegas isu yang menyebut pelaksanaan Jobfair hanya sebagai formalitas belaka. Ia menegaskan bahwa seluruh perusahaan yang berpartisipasi wajib melaporkan kebutuhan tenaga kerja secara nyata dan data hasil rekrutmen disampaikan langsung kepada pihak dinas.
“Pada prinsipnya, Jobfair itu bukan formalitas. Semua perusahaan yang ikut sudah melapor ke kami, salah satunya PT Mega Global Energy (MGE) yang telah merekrut tenaga kerja secara bertahap sesuai dengan bidang yang dibutuhkan berdasarkan arahan yang disampaikan oleh dinas. Jadi kalau dibilang main-main, itu tidak betul,” tegas Roma, saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Jumat (20/6/2025).
Roma juga menyampaikan bahwa hasil Jobfair yang dilaksanakan menunjukkan proses rekrutmen berjalan aktif oleh berbagai sektor, termasuk jasa, tambang, perkebunan, dan subkontraktor. Semua rekrutmen dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan masing-masing perusahaan.
“Itu semua ada datanya. Kami fasilitasi pertemuan langsung antara pencari kerja dan pemberi kerja, sesuai visi misi Bupati Ardiansyah Sulaiman dan Wakil Bupati Mahyunadi yang menargetkan peningkatan serapan tenaga kerja secara masif hingga 2029,” ungkapnya.
Terkait isu bahwa perusahaan dipaksa ikut Jobfair atau disanksi jika tidak ikut, Roma dengan tegas membantah.
“Itu tidak benar. Kami tidak pernah memaksa perusahaan. Kalau memang tidak ada kebutuhan tenaga kerja, ya tidak perlu ikut. Kami tidak sekadar mencari jumlah peserta, tapi kualitas rekrutmen,” ujarnya.
Lebih lanjut, Roma memaparkan upaya berkelanjutan Disnakertrans untuk mempersiapkan angkatan kerja, termasuk pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK), kerja sama pelatihan dengan perusahaan tambang, serta rencana pengembangan keterampilan pemuda melalui program Kutim pemuda hebat.
“Kami sudah siapkan pelatihan barista untuk anak muda transmigrasi, pelatihan mekanik alat berat, operator, hingga teknisi pertanian berbasis teknologi. Ini agar mereka tidak sekadar mencari kerja, tapi bisa membuka lapangan kerja,” jelasnya.
Roma juga menyampaikan bahwa beberapa perusahaan telah bersedia memberikan pelatihan tambahan bagi pelamar yang belum memenuhi kualifikasi langsung. Misalnya PT UDU yang saat ini sedang melatih pelamar alat berat selama beberapa bulan sebelum penempatan kerja.
Di akhir, Roma mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang menyesatkan dan selalu memverifikasi kabar melalui kanal resmi.
“Kami tetap berkomitmen menjadi pelayan masyarakat. Semua ini dilakukan demi masa depan tenaga kerja Kutai Timur. Jadi saya tegaskan sekali lagi, Jobfair bukan formalitas, dan datanya bisa dicek,” Tegasnya.(Ty)







