Pemkab Kutim Perkuat Penanganan Stunting, Ahmad Junaidi: Kuncinya Ada di Keluarga

KUTAI TIMUR (Netizens.id) – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmennya dalam percepatan penanganan stunting melalui pendekatan berbasis keluarga. Dalam momen peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2025, sejumlah pejabat daerah menyampaikan pentingnya peran rumah tangga dalam upaya mencegah dan menurunkan kasus stunting.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim, Ahmad Junaidi, menyatakan bahwa stunting bukan sekadar persoalan gizi, melainkan juga menyangkut kebiasaan dalam keluarga.
“Kunci keberhasilan penanganan stunting itu ada di keluarga. Pola asuh, pemberian makan, perhatian sejak 1.000 hari pertama kehidupan anak semua itu harus dimulai dari rumah,” ujar Junaidi, jumat (4/6/2025).
Ia menjelaskan bahwa Pemkab Kutim menjalankan program terpadu, dengan melibatkan kader posyandu, tenaga penyuluh, dan pemanfaatan pangan lokal seperti ikan sungai dan sayur-mayur untuk menunjang asupan gizi anak. Menurutnya, program ini juga didorong hingga ke desa-desa agar bisa menyentuh keluarga secara langsung.
“Kami tidak bekerja sendiri. Ini kolaborasi lintas sektor. Dan yang paling penting, bagaimana orang tua paham bahwa pencegahan stunting adalah tanggung jawab mereka juga,” tegasnya.
Sementara itu, Asisten I Bidang Kesejahteraan Rakyat Setkab Kutim, Poniso Suryo Renggono, menekankan bahwa pendekatan penanganan stunting harus menyeluruh, tidak hanya terbatas pada intervensi medis.
“Kita tidak bisa menyelesaikan stunting hanya dengan memberikan makanan tambahan. Yang kita bangun adalah ketahanan keluarga secara utuh: sehat, cerdas, dan produktif,” katanya.
Poniso juga menyoroti pentingnya membangun kesadaran bersama di tengah masyarakat. Menurutnya, tantangan terbesar justru ada pada wilayah pedalaman yang sulit dijangkau dan rendahnya literasi gizi.
“Perlu keterlibatan tokoh agama, tokoh adat, dan semua pihak. Edukasi harus menyeluruh. Bukan hanya tahu soal gizi, tapi juga praktiknya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Dengan pendekatan lintas sektor dan penguatan dari tingkat keluarga, Pemkab Kutim optimistis angka stunting dapat ditekan secara signifikan. Program “Desa Cegah Stunting” juga menjadi salah satu andalan pemerintah untuk menggerakkan upaya pencegahan dari akar rumput.(*)







