Antisipasi Kekeringan Ekstrem Mahakam Ulu, Dinkes Kaltim Distribusikan Bantuan Gizi dan Obat via Jalur Darat

SAMARINDA (Netizens.id) – Merespons kondisi cuaca ekstrem yang menimpa Kabupaten Mahakam Ulu dengan tidak turunnya hujan selama beberapa pekan terakhir yang mengakibatkan penyusutan sungai dan kekeringan ekstrem di sejumlah wilayah pedalaman seperti Long Apari dan Long Pahangai.
Menghadapi kondisi nyata tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim) menyalurkan bantuan gizi, vitamin dan obat-obatan ke Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).
Menurunnya debit sungai Mahakam menyebabkan terganggunya akses logistik dan melonjaknya harga bahan pangan, termasuk beras, hingga mencapai Rp1 juta per 25 kg. Selain itu juga kebutuhan Gas LPG juga sangat tinggi harganya.
dr. Jaya Mualimin selaku Kepala Dinkes Kaltim menyampaikan bahwa bantuan yang disalurkan Dinkes Kaltim menargetkan kelompok rentan seperti bayi, balita, dan ibu hamil. Total 150 paket didistribusikan, terdiri dari paket makanan tambahan, vitamin, dan obat-obatan esensial.
“Selain paket gizi, kami juga mengirim masker, obat diare, dan obat penyakit kulit untuk mengantisipasi penyakit yang timbul akibat kondisi lingkungan,” kata Jaya, Jumat (1/8/2025) di Kantornya jalan Abdul Wahab Sjahranie Air Hitam Samarinda Ulu.
Dia menambahkan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan untuk antisipasi bantuan lanjutan. Distribusi dilakukan secara bertahap dan dikawal langsung tim dari provinsi.
“Sasaran penerima sudah ditentukan bersama Dinkes Mahulu agar bantuan tepat sasaran,” tambahnya.
Adi Permana selaku Ketua Tim Pengendalian Krisis Kesehatan Dinkes Kaltim menyebutkan tim awal yang diberangkatkan berjumlah tiga orang. Mereka membawa logistik ke wilayah terdampak paling parah.
“Karena jalur sungai tidak bisa dilalui akibat air surut, kami menggunakan mobil pick-up. Namun kapasitas angkutnya terbatas,” ujar Adi.
Dia menyebutkan distribusi melalui jalur darat diperkirakan memakan waktu hingga berhari-hari. “Selain itu, kami juga akan melakukan asesmen terkait akses air bersih, risiko penyakit, dan kebutuhan tambahan lainnya.” pungkas Adi Permana.(jb/mn)







