Pembangunan Jembatan Timbang Masih Tahap Kajian, Dishub Kutim Fokus pada Prioritas Utama
KUTAI TIMUR, Netizens.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memastikan rencana pembangunan jembatan timbang di wilayahnya masih dalam tahap kajian awal. Kepala Dinas Perhubungan Kutim, Poniso Suryo Renggono, menyampaikan bahwa hingga saat ini program tersebut belum masuk dalam rencana kerja Dishub karena masih menunggu laporan teknis dan hasil pembahasan internal.
“Untuk jembatan timbang, sejauh ini belum kami rapatkan. Saya belum menerima laporan resmi dari staf terkait lokasi maupun rencana pembangunannya,” ujar Poniso usai menghadiri rapat koordinasi bersama perangkat daerah terkait belum lama ini.
Poniso menegaskan, meski informasi awal menyebutkan lahan untuk pembangunan sudah tersedia, namun pihaknya tetap harus melakukan kajian menyeluruh. Hal itu penting agar proyek yang dicanangkan benar-benar memiliki dasar kebutuhan dan manfaat bagi masyarakat. “Nanti coba kami rapatkan dulu terkait di mana tempatnya, seberapa penting bagi masyarakat, dan bagaimana urgensinya,” tambahnya.
Ia menilai, keberadaan jembatan timbang memang penting untuk menertibkan lalu lintas kendaraan angkutan barang yang melintasi jalur utama Kutim. Namun, sebelum melangkah lebih jauh, Dishub perlu memastikan kesiapan dokumen pendukung dan menyesuaikan dengan prioritas pembangunan daerah. “Kalau nanti memang kebutuhan dan urgensinya tinggi serta didukung oleh DPRD maupun kementerian, tentu akan kami dorong untuk dilaksanakan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Poniso menjelaskan bahwa saat ini Dishub Kutim tengah fokus pada tiga konsentrasi utama, yakni pengembangan pelabuhan, bandara, dan Penerangan Jalan Umum (PJU). Ketiganya dianggap memiliki pengaruh langsung terhadap peningkatan pelayanan publik dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Untuk sementara, fokus kami tetap di pelabuhan, bandara, dan PJU. Tiga hal itu menjadi prioritas utama Dishub saat ini,” tegas Poniso, Minggu (16/11/2025).
Dengan demikian, meskipun rencana pembangunan jembatan timbang mendapat perhatian, realisasinya masih menunggu hasil kajian dan keputusan lebih lanjut dari pemerintah daerah serta instansi terkait.(Adv/Kominfo)







