Potensi Pertanian Sangatta Selatan Terkendala Kawasan Taman Nasional
KUTAI TIMUR, Netizens.id – Desa Sangatta Selatan memiliki potensi pertanian yang menjanjikan namun pengembangannya terkendala karena sebagian besar wilayah masih masuk kawasan Taman Nasional Kutai (TNK). Hal ini diungkapkan Kepala Desa Sangatta Selatan, Muhajir, dalam wawancara eksklusif dengan media ini, Selasa (25/11/2025).
Dengan luas wilayah sekitar 58.000 hektare dan jumlah penduduk 18.000 jiwa atau 6.000 kepala keluarga, Sangatta Selatan memiliki potensi besar di sektor pertanian. Mayoritas masyarakat, sekitar 50-60 persen, berprofesi sebagai petani baik persawahan maupun perkebunan.
“Sangatta Selatan sangat luas, di dalamnya masih banyak wilayah yang secara ekonomi sangat berpotensi tapi tidak bisa dimaksimalkan karena masih terkendala dengan kawasan Taman Nasional,” ujarnya.
Persoalan kawasan ini bukan hal baru namun menyimpan berbagai permasalahan konflik. Dari total luas wilayah, baru sekitar 5 persen yang terbebas dari kawasan TNK. Bahkan pemukiman warga pun masih banyak yang berstatus kawasan Taman Nasional sehingga tidak bisa disuratkan.
Pada tahun 2024, sempat ada penambahan Area Penggunaan Lain (APL) di kilometer 8, namun yang lepas dari Taman Nasional hanya 20 meter dari jalan sepanjang satu kilometer. “Praktis banyak rumah warga yang belum bebas, yang belum bisa disuratkan karena masih di Taman Nasional,” jelasnya.
Selain kendala kawasan, tantangan lain yang dihadapi adalah regenerasi petani. Rata-rata petani saat ini berada di usia senja, sehingga diperlukan upaya melibatkan pemuda dalam sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi modern.
“Kami berharap pemerintah kabupaten dapat mengupayakan perluasan APL agar wilayah-wilayah potensial bisa dimaksimalkan. Tidak hanya untuk pertanian, potensi wisata seperti air terjun di kilometer 10 juga tidak bisa dikembangkan karena berada di kawasan TNK,” katanya. (Adv-Kominfo/Qi)







