Peristiwa Daerah

Menkomdigi Ajak Pers Jaga Kualitas Informasi Digital

JAKARTA, Netizens.id – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengajak seluruh insan pers untuk tetap menjaga kualitas informasi publik di tengah arus digitalisasi yang masif. Ia menekankan bahwa kecepatan dalam penyampaian berita tidak boleh mengabaikan ketelitian, empati, serta tanggung jawab sosial.

Pesan tersebut disampaikan Meutya saat menghadiri Diskusi Film “3 Wajah Roehana Koeddoes” di Jakarta Selatan, Jumat (6/2/2026). Film tersebut mengangkat kisah perjuangan pahlawan nasional sekaligus jurnalis perempuan pertama Indonesia, Roehana Koeddoes.

Dalam keterangannya, Meutya menyoroti risiko produksi berita instan di era digital. Menurutnya, informasi yang diproduksi tanpa ketelitian dan rasa empati berpotensi menjadi konten emosional yang menyesatkan dan merusak ekosistem informasi, terutama bagi generasi muda.

“Karena digitalisasi mengutamakan kecepatan, kepekaan dalam tulisan terasa hilang. Padahal dulu kami sangat mengutamakan rasa dalam sebuah tulisan,” kata Meutya.

Mantan jurnalis ini juga menegaskan bahwa kebebasan pers pada hakikatnya tidak pernah dimaksudkan untuk merendahkan martabat manusia maupun budaya bangsa. Ia menyayangkan kondisi ruang digital saat ini yang kerap dipenuhi oleh konten-konten yang tidak mendidik.

“Media sosial dan media baru ini kemudian diisi dengan karya-karya yang justru tidak mendidik, bahkan sebagian merusak generasi muda,” tegasnya.

Mengambil teladan dari semangat Roehana Koeddoes yang berjuang sejak 1911, Meutya mengingatkan bahwa pers sejatinya adalah alat pendidikan dan pembebasan. Meskipun saat ini digitalisasi memungkinkan setiap orang, khususnya perempuan, untuk membuat medianya sendiri, nilai dasar jurnalistik harus tetap dipegang teguh.

Menjelang peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Menkomdigi mengajak seluruh elemen media untuk kembali menjadikan data, empati, dan tanggung jawab sosial sebagai fondasi utama. Hal ini diperlukan agar ruang digital Indonesia tetap sehat, beradab, dan mampu melindungi warga negara.

“Mari kita kembalikan karya-karya yang penuh rasa, penuh data, daripada emosi semata, dan meneruskan semangat yang telah dipelopori oleh Ibu Roehana Koeddoes,” pungkasnya.(*/mn)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button