DIY Pelopor Embarkasi Haji Berbasis Hotel Nasional
KULON PROGO, Netizens.id – Deru mesin pesawat di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) tak lama lagi akan membawa ribuan harapan jemaah haji menuju Tanah Suci. Namun, sebelum kaki-kaki itu melangkah ke tangga pesawat, sebuah standar baru pelayanan sedang digodok dengan saksama di Hotel Ibis Kulon Progo.
Kamis (5/2/2026), suasana hotel tersebut tak seperti biasanya. Petugas lintas sektoral tampak sibuk mematangkan langkah melalui simulasi kedua embarkasi dan debarkasi haji. Ini bukan sekadar latihan biasa, melainkan persiapan matang DIY untuk menjadi pelopor embarkasi haji berbasis hotel secara menyeluruh di Indonesia.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, yang hadir mewakili Gubernur DIY, menekankan bahwa proyek ini adalah wajah pelayanan negara. Di mata pemerintah, jemaah haji bukan sekadar penumpang transportasi, melainkan tamu negara yang harus dihormati.
“Embarkasi haji bukan hanya urusan administrasi, tetapi cerminan kehadiran negara dalam melayani umat. Setiap jemaah harus merasa aman, tenang, dan dilayani dengan penuh penghormatan,” kata Ni Made membacakan sambutan Gubernur.
Keyakinan ini tumbuh dari hasil evaluasi simulasi pertama pada Desember lalu. Dengan kesiapan yang telah menyentuh angka 80 persen, simulasi kedua ini difokuskan untuk memangkas hambatan-hambatan kecil. Alur layanan diperketat, koordinasi antarpetugas diperhalus, dan fasilitas bagi lansia serta kelompok rentan menjadi prioritas utama agar proses pemeriksaan dokumen hingga boarding berjalan presisi.
Terobosan DIY ini pun mendapat sorotan langsung dari pusat. Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Haji Kementerian Haji dan Umrah RI, Abdul Haris, menyebut model embarkasi berbasis hotel ini sebagai sebuah “orkestrasi” pelayanan yang patut menjadi percontohan nasional.
“Kami ingin jemaah memperoleh kepastian layanan yang mudah, tertib, dan nyaman. DIY adalah daerah pertama yang melaksanakan layanan berbasis hotel secara menyeluruh,” ungkap Abdul Haris dengan nada bangga.
Kesuksesan ini tak lepas dari kerja sama apik antar-instansi. Secara terbuka, Abdul Haris melontarkan pujian bagi Kanwil Kemenag DIY. “Dukungan Kanwil Kemenag DIY adalah yang terbaik sejauh ini,” tambahnya.
Gayung bersambut, Kakanwil Kemenag DIY, Ahmad Bahiej, menegaskan bahwa haji adalah “hajat akbar” milik bersama. Baginya, seluruh elemen mulai dari otoritas bandara, TNI/Polri, hingga tenaga kesehatan harus bekerja dalam satu irama.
Melalui simulasi ini, Yogyakarta sedang mengirimkan pesan ke seluruh negeri: bahwa kenyamanan jemaah haji bisa dimulai bahkan sebelum mereka meninggalkan bumi pertiwi. Dengan konsep hotel yang humanis, perjalanan suci tahun 2026 nanti diharapkan bermula dengan senyuman dan ketenangan.(*/mn)







