RS Hermina Samarinda Gelar Buka Puasa Anak Yatim dan Relawan
SMARINDA, Netizens.id – Senyum ceria di wajah para relawan ambulans dan tawa malu-malu puluhan anak yatim melebur menjadi satu di Rumah Sakit (RS) Hermina Samarinda, Senin (16/3/2026) sore. Di aula rumah sakit yang terletak di Jalan Teuku Umar tersebut, sebuah meja panjang bukan sedang menyiapkan tindakan medis, melainkan menghidangkan kehangatan berbuka puasa.
Bagi RS Hermina, momen ini adalah cara mereka mensyukuri perjalanan 41 tahun Hermina Group sekaligus mengetuk pintu langit di bulan suci Ramadan melalui berbagi bersama mereka yang membutuhkan.
Sore itu, sebanyak 29 anak dari Yayasan Yatim dan Dhuafa menjadi tamu istimewa. Tak hanya diajak duduk bersama untuk membatalkan puasa, mereka juga menerima santunan tunai, paket sembako, hingga berbagai perlengkapan rumah tangga untuk menunjang kehidupan di panti asuhan.
Direktur RS Hermina Samarinda, dr. Gati Kusumo Budiani, mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah perpanjangan tangan dari Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) perusahaan. Ia ingin memastikan kehadiran rumah sakit tidak hanya dirasakan saat masyarakat sakit, tetapi juga saat mereka butuh dekapan kepedulian.
“Kami ingin hadir tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial,” ujar dr. Gati dengan nada lembut saat ditemui di sela acara.
MENJUMPAI WAJAH DI BALIK SIRINE
Ada pemandangan menarik di antara deretan tamu. Sekitar 30 relawan ambulans Samarinda duduk melingkar, berbincang akrab dengan jajaran manajemen rumah sakit. Selama ini, mereka adalah “pahlawan di balik kemudi” yang sering berkomunikasi dengan pihak rumah sakit hanya lewat suara di grup pesan singkat atau koordinasi cepat di depan pintu IGD.
Bagi dr. Gati, mengundang para relawan adalah bentuk penghormatan. Relawan ambulans dianggap sebagai mitra strategis yang menjadi ujung tombak pelayanan pasien di lapangan.
“Relawan ambulans merupakan bagian dari tim yang membantu kami. Selama ini mungkin lebih banyak di grup WhatsApp, maka melalui kegiatan ini kita bisa bertatap muka langsung dan memperkuat silaturahmi,” tuturnya.
Bagi RS Hermina Samarinda, Ramadan tahun ini dimaknai sebagai jembatan untuk semakin dekat dengan masyarakat. Pertemuan antara tenaga medis, anak-anak yatim, dan para relawan ambulans menjadi simbol bahwa dalam ekosistem kemanusiaan, semua pihak saling membutuhkan.
Saat azan Magrib berkumandang, suasana menjadi lebih khidmat. Doa bersama dipanjatkan, diikuti dengan santap bersama yang penuh kekeluargaan. RS Hermina berhasil membuktikan bahwa di sela-sela kesibukan menyelamatkan nyawa, ada waktu yang selalu bisa disisihkan untuk merawat jiwa melalui berbagi kebahagiaan.(*/mn)







