Rayakan Hari Kebaya Nasional 2026, PIM Kaltim Gelar Serangkaian Acara Budaya di Samarinda
SAMARINDA — Kecintaan pada busana tradisional kembali bergema di Kalimantan Timur. Dewan Pimpinan Daerah Perempuan Indonesia Maju (DPD PIM) Kaltim sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Kebaya Nasional 2026, yang berhasil menarik perhatian masyarakat Samarinda.
Rangkaian kegiatan ini diawali pada 26 Juli 2026 di area Car Free Day (CFD). Ratusan perempuan dari berbagai organisasi tampil mengenakan kebaya dan berjalan bersama menyusuri rute dari Perpustakaan Daerah menuju GOR Segiri Samarinda, menciptakan pemandangan yang penuh warna dan menyita perhatian warga yang tengah berolahraga.
Kegiatan berlanjut dengan nuansa yang lebih edukatif pada 31 Juli 2026 di Big Mall Samarinda. Bertempat di pusat perbelanjaan tersebut, digelar talk show bertema “Melestarikan Kebaya sebagai Identitas Perempuan Maju” yang menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Dr. Diah Riyani, S.Pd., M.Pd., Devie Khatarina, S.H., M.H., serta Hj. Rinayanti Ramli dari Lembaga Pelatihan Mutiara Indah.
Acara semakin semarak dengan digelarnya fashion show yang diikuti perwakilan ibu-ibu dari berbagai organisasi, dilanjutkan dengan Parade Kebaya Nusantara yang menampilkan hasil karya para desainer lokal.
Mewakili Ketua DPD PIM Kaltim, Hj. Noor Hasanah, S.E., Sekretaris Umum DPD PIM Kaltim Devie Khatarina menyampaikan bahwa kebaya bukan sekadar busana, melainkan cerminan jiwa dan sejarah bangsa. Ia mengajak para perempuan untuk memaknai kebaya lebih dari sisi keindahannya semata.
“Kebaya merepresentasikan nilai budaya, karakter perempuan Indonesia, sekaligus menjadi bagian dari perjalanan sejarah bangsa yang harus terus diperkenalkan kepada generasi muda,” ujar Devie.
Ia juga menekankan pentingnya peran ibu sebagai pendidik pertama dalam keluarga. Menurutnya, kecintaan terhadap identitas bangsa lewat kebaya perlu ditanamkan sejak dini di lingkungan rumah, agar karakter anak tumbuh dengan akar budaya Nusantara yang kuat.
Devie menambahkan, peringatan tahun 2026 ini memiliki makna historis tersendiri karena menjadi bentuk apresiasi terhadap kerja Tim Nasional Kebaya Indonesia yang dipimpin oleh Lana T. Koentjoro, yang juga menjabat sebagai Ketua PIM Pusat.
Perjuangan tim tersebut membuahkan hasil dengan terbitnya Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2023 yang menetapkan tanggal 24 Juli sebagai Hari Kebaya Nasional. Pencapaian ini semakin lengkap ketika kebaya resmi diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) oleh UNESCO pada 4 Desember 2024.
Peringatan yang digelar serentak oleh jajaran DPD PIM di berbagai daerah ini diharapkan dapat terus menjaga eksistensi kebaya agar tetap lestari, dicintai, dan dibanggakan sebagai identitas bangsa. (*/mn)







