IPPRISIA Kaltim dan TP PKK Gelar Pelatihan Pengelolaan Diri untuk Perempuan yang Lebih Tangguh

SAMARINDA – DPD IPPRISIA Provinsi Kalimantan Timur berkolaborasi dengan Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Timur menyelenggarakan Pelatihan Pengelolaan Diri bertajuk “Lebih Kuat, Lebih Peduli, Hidup Lebih Berarti” pada Selasa (18/8/2026) di Gedung Olah Bebaya, Samarinda.
Acara ini diikuti oleh perwakilan dari beragam organisasi perempuan, organisasi kemasyarakatan, dan komunitas se-Kalimantan Timur. Pelatihan tersebut dirancang sebagai sarana belajar bersama guna meningkatkan kesadaran akan kesehatan mental dan kemampuan mengelola diri, sekaligus memperkuat posisi perempuan di lingkup keluarga dan masyarakat.
Rangkaian acara dibuka dengan doa, dilanjutkan sambutan dari Ketua DPD IPPRISIA Kaltim serta perwakilan Wakil Gubernur Kalimantan Timur. Sesi inti pelatihan diisi oleh narasumber Endro S. Efendi, M.Sos., C.Ht., Ct, CPS.
Ketua DPD IPPRISIA Kaltim, Marliana Wahyuningrum, menyampaikan bahwa perempuan mengemban banyak peran sekaligus—baik di keluarga maupun di masyarakat. Karena itu, perempuan diharapkan bukan hanya menjalankan peran-peran tersebut dengan baik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi dan sumbangsih positif bagi bangsa.
Ia menambahkan bahwa keharmonisan keluarga menjadi fondasi penting dalam membangun keluarga yang kokoh, yang pada akhirnya melahirkan individu-individu berdaya guna bagi masyarakat luas. Menurutnya, menjadi pribadi yang lebih baik dimulai dari keberanian mengenali diri sendiri, menjalani proses, dan berubah ke arah yang positif.
Marliana juga menyoroti pentingnya pemberdayaan masyarakat yang berkesinambungan. Ia menilai kegiatan lintas organisasi seperti ini membuka ruang untuk saling bertukar ilmu, memperluas relasi, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap isu-isu di sekitar. Sinergi antarlembaga, lanjutnya, turut memperkaya gagasan dan pengalaman sehingga manfaat program pemberdayaan bisa dirasakan lebih luas.
Sementara itu, Staf Ahli Bidang Pendidikan TP PKK Kaltim, Hj. Wahyu Hernaningsih Seno Aji, yang mewakili Wakil Gubernur, menyampaikan bahwa setiap orang pasti menghadapi tantangan hidup masing-masing. Oleh sebab itu, kemampuan mengelola diri menjadi kunci agar seseorang bisa menyikapi berbagai situasi dengan bijak dan memberi dampak positif bagi lingkungannya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan individu maupun organisasi sangat dipengaruhi oleh karakter, kedisiplinan, daya adaptasi, dan kematangan dalam mengelola diri—empat unsur yang membentuk pribadi tangguh dalam menjalankan tanggung jawab dan menghadapi perubahan zaman.
Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan tidak sekadar menyerap teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam keseharian.
Dalam pemaparannya, Endro S. Efendi mengajak peserta memahami pentingnya mengenali dan memahami kondisi diri sendiri, serta melatih kemampuan menghadapi berbagai tantangan hidup. Kecakapan ini dinilai krusial, khususnya bagi perempuan yang menjalani banyak peran sekaligus—baik sebagai anggota keluarga maupun bagian dari masyarakat—agar mampu bersikap lebih seimbang dan responsif terhadap berbagai situasi.
Kegiatan ini turut menjadi ajang mempererat silaturahmi dan jaringan antarorganisasi perempuan serta kemasyarakatan di Kalimantan Timur. Keikutsertaan berbagai unsur organisasi diharapkan mampu memperkuat semangat gotong royong dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat.
Tema “Lebih Kuat, Lebih Peduli, Hidup Lebih Berarti” membawa pesan bahwa perubahan menuju pribadi yang lebih baik harus dimulai dari dalam diri sendiri. Dengan mengenali dan mengelola diri, seseorang diharapkan dapat menjalin hubungan yang lebih sehat dengan keluarga maupun lingkungannya.
Pada akhirnya, individu yang cakap mengelola diri diyakini akan berkontribusi pada terciptanya keluarga yang kuat, lingkungan yang sehat, serta masyarakat yang saling peduli dan mendukung satu sama lain.
Berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 11.00 WITA, kegiatan ini merupakan wujud komitmen berkelanjutan DPD IPPRISIA Kaltim bersama TP PKK Kaltim dalam mendorong peningkatan kapasitas, kepedulian, dan pemberdayaan perempuan di wilayah Kalimantan Timur. (Inmas Devi)







