AdvertorialKominfo

Dispora Kutim Siapkan Puslatda, Bina Atlet Usia Dini dengan Skema 70 Persen Latihan, 30 Persen Sekolah

KUTAI TIMUR – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Timur tengah menyiapkan pembentukan Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Daerah (Puslatda), program pembinaan atlet usia dini yang diklaim menjadi yang pertama dan satu-satunya di Kalimantan Timur. Program ini ditargetkan mulai berjalan pada 2027.

Kadispora Kutai Timur, Basuki Isnawan, menjelaskan program ini lahir dari keresahannya menyaksikan banyak atlet muda berbakat asal Kutai Timur yang justru bersekolah dan berlatih di luar daerah, seperti di Ragunan Jakarta, karena sulitnya mendapat izin dan dukungan dari sekolah asal untuk fokus pada olahraga sekaligus akademik.
“Kami sudah dipanggil oleh Kementerian, dikasih jempol. Mereka kira ini Kutai Kartanegara, ternyata Kutai Timur,” kata Basuki, menyebut program ini mendapat apresiasi khusus dari pemerintah pusat karena dinilai inovatif di tingkat regional.

Pada tahap awal, ungkap Basuki, Puslatda akan berfokus pada lima cabang olahraga (cabor) yang dipilih berdasarkan capaian prestasi. Skema ini bersifat dinamis, di mana cabor yang tidak lagi berprestasi pada tahun berikutnya dapat digantikan cabor lain yang menunjukkan performa lebih baik, agar seluruh potensi cabor di Kutai Timur mendapat kesempatan yang merata.

Kadispora menjelaskan, atlet yang tergabung dalam Puslatda akan menjalani skema pembagian waktu 70 persen untuk latihan dan 30 persen untuk kegiatan akademik di sekolah, dengan pengaturan jadwal latihan pagi sebelum sekolah dan sesi tambahan setelah jam pelajaran usai. Seluruh pembiayaan atlet dalam program ini akan ditanggung pemerintah daerah, termasuk rencana penyediaan asrama (mess) atlet yang hingga kini belum tersedia.

Program ini, paparnya, akan melibatkan kerja sama dengan Dinas Pendidikan Kutai Timur untuk jenjang SD dan SMP sesuai kewenangan kabupaten, serta Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur untuk jenjang SMA. Saat ini, kata Basuki, proses penyusunan program sudah memasuki tahap akhir, dengan Forum Group Discussion (FGD) terakhir telah dilaksanakan, dan tinggal menunggu penandatanganan perjanjian kerja sama dengan sekolah-sekolah yang akan ditunjuk sebagai pusat pembinaan.

“Kami telah mengomunikasikan rencana ini kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan DPRD Kutai Timur, dengan harapan program tersebut dapat mulai direalisasikan pada 2027 sebagai bagian dari upaya mencetak atlet-atlet kebanggaan daerah di masa mendatang,” terangnya. (Adv-kominfo/Q)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button