Buruh Perempuan di Kutai Timur: Perlunya Perbaikan Kesejahteraan dan Upaya Anggota DPRD

Netizens.id, KUTAI TIMUR – Dalam sebuah unjuk rasa yang digelar di depan teras kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur dan berlanjut di ruang Hearing , perwakilan dari serikat-serikat buruh mengungkapkan berbagai permasalahan yang dihadapi oleh buruh, terutama buruh perempuan, dalam hal kesejahteraan dan hak-hak mereka. Seusai rapat hearing tersebut, salah satu anggota komisi B DPRD, Leni, memberikan tanggapannya terkait masalah tersebut.
Leni, yang juga merupakan perempuan yang memperjuangkan hak-hak buruh, menggambarkan kondisi yang sangat memprihatinkan bagi buruh perempuan di daerah tersebut. Salah satu masalah yang dia soroti adalah perlakuan tidak adil terhadap perempuan yang sedang hamil.
“Sangat memprihatinkan karena tuntutan-tuntutan tadi menyangkut masalah perempuan yang hamil tiba-tiba dihabiskan terus perempuan yang haid tidak mendapat hak cuti 2 hari, mekanisme mekanisme itu memang miris,” ujar Leni dengan nada prihatin.
Dalam mengatasi masalah tersebut, Leni menawarkan solusi dengan meningkatkan keterwakilan perempuan dalam pengambilan keputusan, khususnya melalui komisi-komisi terkait seperti komisi D.
“Dengan adanya rapat tadi, mungkin keterwakilan dari teman-teman, khususnya ketua komisi D, kita akan memperbaiki hal yang tidak benar, dan hal yang benar kita pertahankan atau tingkatkan,” jelas Leni.
Leni juga menekankan pentingnya memiliki data yang akurat untuk mendukung langkah-langkah perbaikan. “Selama ini kan kalau kita ga ada data, sama saja kita mencari kesalahan-kesalahan yang tidak ada,” tambahnya.
Dalam sidak yang dilakukan untuk menindaklanjuti masalah-masalah yang diungkapkan dalam rapat tersebut, Leni menyatakan bahwa tindak lanjut akan dilakukan dengan mengikuti arahan dan data dari ketua serikat buruh masing-masing.
“Jadi menyangkut masalah itu, kami follow up saja dari ketua serikat masing-masing dalam hal ini data,” papar Leni.
Dengan demikian, Leni menunjukkan keseriusannya dalam menangani masalah kesejahteraan buruh, terutama perempuan buruh, dan siap untuk berkolaborasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi yang efektif guna meningkatkan kesejahteraan buruh di Kutai Timur.(Adv-DPRD/Ty)







