PDAM

Wabup Kutim Tinjau Proyek SPAM Regional Indominco: Teluk Pandan Dipastikan Teraliri Air Bersih

KUTAI TIMUR (Netizens.id) – Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, memastikan Kecamatan Teluk Pandan akan menjadi wilayah prioritas penerima aliran air bersih dari Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) Regional Indominco. Hal itu disampaikannya saat meninjau langsung lokasi sumber air baku di void bekas tambang milik PT Indominco Mandiri (IMM), Selasa (7/7/2025) lalu.

‎“Air baku dari void PT Indominco terlihat sangat jernih dan layak digunakan untuk kebutuhan PDAM. Kami berterima kasih kepada PT Indominco atas kepedulian dan kolaborasinya. Hari ini kita meninjau kondisi di hulu dan juga instalasi pengolahan, agar ke depan semua proses berjalan lancar,” ujar Mahyunadi.

‎Ia juga mengungkapkan, proyek ini telah menyerap anggaran kurang lebih Rp200 miliar yang digelontorkan oleh PT Indominco Mandiri. Dana tersebut digunakan mulai dari pembangunan sistem di area void hingga jaringan pipa yang terhubung ke Instalasi Pengolahan Air (WTP) milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

‎“Kapasitas pengolahan SPAM Regional ini mencapai 250 liter per detik. Dan khusus untuk Kutai Timur, Kecamatan Teluk Pandan wajib teraliri,” tegasnya.

‎Dalam kunjungan tersebut, Wakil Bupati didampingi Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Tuah Benua Kutai Timur, Suparjan. Ia berharap uji coba sistem bisa dilakukan dalam waktu dekat.

‎“Diharapkan pada bulan September sudah bisa dilakukan uji coba,” tutur Suparjan.

‎Ia menjelaskan, proyek SPAM Regional ini terdiri dari beberapa segmen kerja. Penyediaan air baku menjadi tanggung jawab PT Indominco Mandiri, pembangunan instalasi dan jaringan distribusi utama (JDU) berada di bawah kendali Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Timur, sementara pelayanan ke masyarakat Kutai Timur menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten melalui Perumdam.

‎“Jika seluruh segmen rampung pada akhir tahun ini, maka awal 2026 warga sudah bisa menikmati layanan air bersih,” jelas Suparjan.

‎Perjalanan rombongan dimulai dari kantor PT Indominco menuju lokasi void, memakan waktu tempuh sekitar 45 menit. Sepanjang rute, tampak para pekerja tengah memasang jaringan pipa distribusi utama. Rombongan kemudian meninjau pembangunan rumah pompa di area dermaga, lalu dilanjutkan ke lokasi WTP yang berada di jalur Bontang–Samarinda.‎

‎Di kesempatan yang sama, External Affair PT IMM, Hasto Pranowo, menyampaikan bahwa kedalaman void bervariasi antara 40 hingga 60 meter, dengan jarak dari void ke WTP mencapai sekitar 25 kilometer.

‎“Hari ini kita bersama melihat langsung progres pembangunan. Dari sisi Indominco, ditargetkan selesai akhir tahun ini. Sementara untuk interkoneksi ke sistem WTP, direncanakan awal tahun 2026,” ungkapnya.(Adv)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button