Kutai Timur

Kutim Siapkan Universitas Baru, Dukung Pembangunan IKN

KUTAI TIMUR (Netizens.id) – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan generasi unggul guna menyambut tantangan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Salah satu langkah strategis yang kini ditempuh adalah pembentukan universitas baru melalui penggabungan dua perguruan tinggi yang telah lama beroperasi di daerah ini, yakni STAI Sangatta dan STIPER Kutim.

‎Langkah ini bukan sekadar penggabungan administratif, melainkan bagian dari upaya besar untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) lokal agar mampu bersaing dan berperan aktif di kawasan IKN, yang akan menjadi pusat pemerintahan nasional. Universitas ini diharapkan menjadi wadah pembelajaran lintas keilmuan yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan pasar kerja, termasuk sektor-sektor prioritas di IKN.

‎Ketua Tim Percepatan Penggabungan STAI dan STIPER, Sudirman Latif, yang juga Asisten III Administrasi Umum Setkab Kutim, menjelaskan bahwa proses ini telah berlangsung lebih dari satu tahun, melibatkan koordinasi intensif dengan berbagai pihak seperti Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan Tinggi, hingga studi banding ke sejumlah kampus di Banjarmasin dan daerah lainnya.

‎“Tujuan kami adalah membentuk satu universitas yang menjadi motor penggerak pengembangan SDM unggul, bukan hanya untuk Kutim, tetapi juga sebagai penyangga utama bagi IKN,” ujar Sudirman, Rabu (23/7/2025).

‎Meski demikian, ia mengakui bahwa tantangan regulasi tetap ada, khususnya syarat pendirian universitas yang mengharuskan keberadaan jurusan umum. Hal ini menjadi kendala karena jurusan keagamaan tidak dapat berdiri sendiri dalam skema universitas terpadu.

‎Untuk mengatasi hal tersebut, tim percepatan kini tengah menyiapkan dua jurusan baru: Manajemen Pariwisata dan Bisnis Digital, yang dinilai relevan dengan kebutuhan masa depan dan membuka peluang kerja lebih luas bagi generasi muda. Selain itu, mereka juga mempertimbangkan opsi mengadopsi jurusan dari kampus lain yang telah dilikuidasi.

‎“Dua jurusan ini menjadi alternatif agar kita bisa memenuhi syarat pendirian universitas. Kita juga terbuka untuk kerja sama atau pengambilalihan jurusan dari kampus yang tutup,” jelas Sudirman.

‎Dari sisi infrastruktur, menurutnya tidak ada kendala berarti. Gedung dan fasilitas STAI dan STIPER dinilai cukup memadai. Konsep yang diusung adalah universitas dengan fakultas tersebar di lokasi masing-masing, namun tetap berada dalam satu struktur universitas.

‎“Fakultas Agama tetap di STAI, Fakultas Pertanian di STIPER, dan fakultas baru seperti Budaya bisa dikembangkan di lokasi lain. Secara fasilitas kita siap,” tegasnya.

‎Saat ini, seluruh persyaratan dasar telah disiapkan, dan tim hanya menunggu koordinasi internal serta momen yang tepat untuk peluncuran resmi universitas.

‎Sudirman pun mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk media, untuk mendukung pembentukan universitas ini sebagai fondasi kemajuan Kutai Timur di masa depan.

‎“Kami ingin universitas ini menjadi kebanggaan Kutim, sekaligus kontribusi nyata daerah dalam membangun bangsa di era IKN,” pungkasnya.(RH)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button