Mahasiswa Unmul Teliti 15 Ambulans Relawan Samarinda
SAMARINDA, Netizens.id – Peran krusial relawan ambulans dalam sistem kegawatdaruratan di Kota Samarinda menarik perhatian akademisi. Empat mahasiswi Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Mulawarman (Unmul) melakukan penelitian mendalam untuk memotret kesiapan, spesifikasi teknis, hingga respons waktu para pejuang kemanusiaan tersebut.
Keempat mahasiswi tersebut—Olyvia Alvani Bettris, Aula Fitriani, Septiana Bunga, dan Anita Nur Afifah—terjun langsung ke lapangan guna mengumpulkan data. Pada Jumat sore (6/2/2026), mereka menyambangi Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim di Jalan Biola, Prevab, untuk melakukan observasi terhadap unit Ambulans PWI Kaltim Peduli.
Setiap peneliti mengambil sudut pandang yang berbeda guna memberikan gambaran menyeluruh terhadap layanan ambulans relawan di “Kota Tepian”.
Aulia Fitriani fokus pada pemenuhan standar minimum pelayanan gawat darurat. “Kami ingin mengetahui seberapa lengkap peralatan medis di ambulans relawan, apakah sudah memenuhi standar minimum pelayanan di dalam unitnya,” jelas Aulia.
Senada dengan itu, Olyvia Alvani Bettris meneliti dari sisi kesesuaian spesifikasi teknis kendaraan sebagai alat transportasi gawat darurat. Sementara Septiana Bunga menyoroti aspek vital berupa response time.
“Kami ingin melihat seberapa cepat relawan merespons permintaan masyarakat. Mengingat korban kecelakaan atau pasien kritis hanya memiliki waktu 8 menit sebagai golden time untuk segera mendapatkan penanganan medis,” tegas Septiana.
Di sisi lain, Anita Nur Afifah membidik aspek sumber daya manusia melalui penelitian tingkat pengetahuan dan sikap relawan dalam menentukan triase pasien pra-rumah sakit. Menurutnya, pemahaman dasar dalam memilah kondisi kegawatdaruratan sangat menentukan penanganan selanjutnya di IGD rumah sakit.
Libatkan 15 Satuan Ambulans Relawan
Dalam riset ini, para mahasiswi mengambil sampel dari 15 satuan ambulans relawan yang aktif di Samarinda, di antaranya:
- PWI Kaltim Peduli,
- Relawan IKAT,
- IEA Samarinda,
- LAZ DPU Kaltim,
- BPW KKS Kaltim,
- Delta Sierra,
- EMR SATRIA Karang Anyar,
- EMR SATRIA Loa Bakung,
- Fire Rescue Cempaka,
- Ika Pakarti,
- Info Taruna Samarinda (ITS),
- LSM Pawang,
- ORCA Samarinda,
- Ambulans Gelora, dan
- Relawan Taruna Samarinda.
Penelitian dilakukan melalui observasi dan pendataan tanpa mengganggu operasional pelayanan. Para peneliti juga menjamin kerahasiaan data yang hanya digunakan untuk kepentingan akademik.
Apresiasi dari Praktisi Lapangan
Penanggung Jawab Ambulans PWI Kaltim Peduli, Munanto, menyambut positif inisiatif para mahasiswa ini. Ia berharap hasil penelitian ini dapat menjadi rekomendasi ilmiah, khususnya bagi institusi pendidikan untuk terus membangkitkan kepedulian terhadap gerakan relawan.
“Mahasiswa memiliki pemikiran yang jernih. Semoga riset ini bisa memberikan masukan berharga bagi pengembangan pelayanan ambulans relawan ke depan,” kata Munanto.
Munanto mengisahkan bahwa Ambulans PWI Kaltim Peduli telah mengabdi sejak pandemi Covid-19 tahun 2021. Berawal dari sulitnya mencari armada transportasi pasien saat itu, mereka mengubah mobil operasional Yayasan Bima Tadkiyah menjadi unit ambulans yang kini tergabung dalam barisan Emergency Medical Team (EMT) Info Taruna Samarinda (ITS).
Eksistensi relawan ambulans di Samarinda memang menjadi fenomena unik dan sangat membantu sistem kesehatan daerah, namun standarisasi yang tengah diteliti oleh mahasiswa Unmul ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat luas.(mn)







