Pemerintahan

Di Forum UNESCO Paris, Indonesia Dorong Penguatan Media di Tengah Disrupsi AI

PARIS – Indonesia kembali menegaskan perannya dalam percaturan global tata kelola informasi dengan mendorong penguatan kapasitas media di tengah disrupsi kecerdasan artifisial (AI). Komitmen ini disampaikan dalam pertemuan The 70th Meeting of the Bureau of the Intergovernmental Council of UNESCO’s International Programme for the Development of Communication (IPDC) yang digelar di Kantor Pusat UNESCO, Paris, Prancis, Kamis (18/6/2026).

Sebagai Wakil Ketua Grup IV, Indonesia turut terlibat aktif dalam merumuskan arah kebijakan pengembangan media secara global. Sejumlah fokus utama yang dibawa delegasi Indonesia dalam forum ini meliputi perlindungan integritas informasi, peningkatan keselamatan jurnalis, serta upaya adaptasi media terhadap perkembangan teknologi digital dan AI.

Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital, Fifi Aleyda Yahya, menegaskan bahwa perkembangan AI seharusnya diposisikan sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas media sekaligus memperkuat demokrasi.

“Perkembangan teknologi saat ini telah mengubah secara fundamental cara masyarakat memproduksi, mengonsumsi, dan mempercayai informasi. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi global untuk memastikan transformasi digital berjalan seiring dengan perlindungan terhadap kualitas informasi publik,” ujar Fifi.

Dalam pertemuan yang dipimpin oleh Chair IPDC, Ambassador Kano Takehiro, tersebut, forum turut menyepakati langkah strategis berupa pendanaan bagi 48 proyek internasional untuk periode 2026-2027. Proyek-proyek ini difokuskan pada sejumlah isu, mulai dari keberlanjutan media (media viability), kecerdasan artifisial, jurnalisme lingkungan, hingga penguatan integritas informasi. Tak hanya itu, forum juga menetapkan dampak AI terhadap dunia jurnalisme sebagai salah satu agenda prioritas dalam Sidang Dewan IPDC mendatang.

Wakil Delegasi Tetap Republik Indonesia untuk UNESCO, Satrya Wibawa, menambahkan bahwa posisi strategis Indonesia sebagai Wakil Ketua Grup IV membuka peluang bagi negara untuk membawa kepentingan negara-negara berkembang ke dalam agenda komunikasi global.

“Sebagai Wakil Ketua Grup IV IPDC, Indonesia dapat mendorong langkah praktis melalui koordinasi antarnegara anggota, peningkatan kapasitas jurnalis, serta memastikan keselamatan jurnalis dan literasi media menjadi bagian penting dalam agenda kerja IPDC ke depan,” jelas Satrya.

Menurut Satrya, pembahasan mengenai dampak AI ini sangat relevan bagi Indonesia, mengingat masifnya transformasi digital yang sedang berlangsung di tanah air. Penguatan infrastruktur media berbasis AI dinilai menjadi isu krusial untuk menjaga kepercayaan publik di tengah derasnya arus disinformasi saat ini.

Melalui partisipasi aktifnya dalam forum ini, Indonesia menunjukkan komitmen untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi semata, tetapi juga berperan sebagai kontributor aktif dalam merumuskan kebijakan global yang inklusif, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kepentingan publik. (rls/mn)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button