DPRD

Basti Terangkan Mengenai Pentingnya Raperda Inisiatif

Kutai Timur – Dalam Rapat Paripurna ke-III yang berlangsung di Ruang Sidang Utama, pada Rabu (13/9/2023) diterangkan oleh Politisi Partai Amanat Nasional(PAN) Kutim Basti Sangalangi menyebutkan untuk mengintegrasikan pengaruh utama gender dalam kegiatan pembangunan serta laporan tentang pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS.

Dibutuhkan Raperda, karena sangat penting. Karena semakin meningkatnya kasus penularan virus HIV serta penyakit AIDS, serta minimnya pengetahuan akan pernikahan dan dampak dari penyakit. Karenanya dibutuhkan peran pemerintah dan masyarakat, untuk menjadi pondasi dalam penanganannya.

“Untuk menuju target zero AIDS ditahun 2030. Untuk kepentingan tersebut, maka pencegahan dan penanggulangan penyakit HIV Indonesia perlu diseriusi.Harus dilakukan sebagai upaya penting, dan merupakan program yang dilaksanakan dengan melibatkan berbagai pihak serta dengan mobilisasi sumber daya yang intensif dari seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.

Untuk mempercepat dalam memperluas jangkauan program, maka pemerintah menjamin bahwa dengan sumber daya yang sesuaikan dengan kemampuan ekonomi dan negara. Pengganti pengendalian HIV/AIDS, akan memberikan dampak positif terhadap kelangsungan pembangunan suatu negara.

Adapun sebelumnya disebutkan mengenai pengarusutamaan gender, dimana definisi gender yang sesungguhnya adalah konsep yang mengacu pada pembenahan peran dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan yang dibentuk atau dikonstruksikan oleh rekayasa sosial dan budaya.

“Yang berubah dari waktu ke waktu, sehingga muncullah budaya yang mengutamakan laki-laki daripada perempuan dalam masyarakat atau kelompok sosial tertentu. Berdasarkan sejarah nilai materi terwujud, dalam sistem sosial, sistem hukum, sistem ekonomi, sistem pendidikan dan berbagai sistem lainnya,” urai Basti.

Tentu secara menyeluruh, praktik-praktik dengan dasar materi atau anggapan yang tumbuh di masyarakat. Menjadikan ketimpangan hingga diskriminasi dari salah-satu pihak terhadap pihak lain. Diskriminasi pada akses atau sumber daya, kesempatan. penghargaan akan menjadikan kondisi yang tidak sehat secara sosial kemasyarakatan.

“Mengapa salah-satu isu utama dalam pembangunan, khususnya pembangunan SDM adalah isu gender. Pengaruh perubahan, menciptakan 100 strategi yang dapat mewujudkan pembangunan melibatkan seluruh penduduk. Baik itu perempuan dan laki-lak,i anak perempuan hingga anak laki-laki, pengaruh utama agar semua program dapat dilaksanakan dengan mempertimbangkan kesempatan dan akses perempuan terhadap program pembangunan,” tegas Basti. (Erw)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button