AdvertorialDPRD

Kegagalan Koperasi di Kutim: Dampak Kurangnya Pengawasan dan Pembinaan

KUTAI TIMUR – Koperasi yang ada di Kutim masih membutuhkan pendampingan dan pengawasan yang lebih baik untuk mengatasi berbagai masalah yang sering muncul. Kurangnya pengawasan dari Diskop UKM dan Ekonomi Kreatif, yang bertanggung jawab langsung terhadap koperasi, telah menyebabkan banyak koperasi di Kutim mengalami kegagalan.

Yuli Sappang, anggota DPRD Kutim, mengungkapkan bahwa ia mendengar keluhan dari anggota koperasi terkait masalah pengelolaan. Hal ini telah menyebabkan kerugian bagi anggota koperasi tersebut.

“Saat menghadiri rapat anggota tahunan (RAT), saya melihat bahwa Diskop UKM dan Ekonomi Kreatif belum melakukan pengawasan yang maksimal terhadap koperasi di Kutim. Hal ini perlu segera diperbaiki dan ditingkatkan,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia berharap Diskop UKM dan Ekonomi Kreatif terus meningkatkan pengawasan terhadap koperasi di Kutim sehingga pengurus koperasi dapat berkinerja lebih baik.

Yuli juga akan terus mendukung peningkatan pemanfaatan koperasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat yang berdampak langsung pada kondisi ekonomi daerah.

Selain itu, ia juga akan berkomunikasi dengan Komisi B untuk meminta mereka menangani masalah di dinas yang berkaitan. Hal ini diharapkan dapat mengidentifikasi secara pasti masalah yang dihadapi oleh dinas tersebut.

“Semoga kedepannya Dinas Koperasi, UKM, dan Ekonomi Kreatif dapat memaksimalkan pengawasan terhadap koperasi di wilayah Kutai Timur untuk menciptakan manajemen yang sehat,” tutupnya. (Adv/DPRD)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button