Perencanaan dan Penyaluran Program di Kutai Timur: Kolaborasi untuk Efektivitas

KUTAI TIMUR, Netizens.id — Kutai Timur terus berbenah dalam perencanaan dan penyaluran program pembangunan, terutama yang berkaitan dengan permukiman dan infrastruktur. Dalam wawancara dengan Kepala Bidang Perumahan Umum, Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kutai Timur, Asran Lode, ia menjelaskan bagaimana proses penyaluran program dirancang untuk memastikan efisiensi dan keterlibatan semua pihak, mulai dari tingkat RT hingga pemerintah kabupaten.
Menurut Asran Lode, proses perencanaan dimulai dari pengajuan usulan oleh masyarakat melalui musyawarah rencana pembangunan (musrenbang). “Input program itu berasal dari RT, Desa, hingga Kecamatan. Hasilnya kemudian disaring dan dikoordinasikan oleh Bappeda untuk menentukan mana yang menjadi tanggung jawab Perkim, PU (Pekerjaan Umum), atau dinas lainnya,” ujar Asran Lode.
Namun, ia juga mengakui bahwa musrenbang belum mencakup semua kebutuhan masyarakat. Untuk itu, dinas terkait melakukan verifikasi lanjutan. “Kami di Perkim memverifikasi usulan yang masuk. Jika memang sesuai dengan tupoksi kami, akan dilaksanakan. Namun, jika tidak, kami kembalikan ke Bappeda untuk diarahkan ke dinas lain,” tambahnya.
Salah satu kendala yang sering dihadapi adalah kurangnya informasi di tingkat masyarakat tentang mekanisme ini. Hal ini menyebabkan beberapa kebutuhan tidak tersampaikan atau bahkan salah sasaran. “Biasanya masyarakat hanya melihat musrenbang sebagai satu-satunya jalur. Padahal, ada proses verifikasi dan penyaringan di Bappeda yang menentukan ke mana program harus diarahkan,” jelasnya.
Kolaborasi antarinstansi menjadi kunci penting dalam memastikan efektivitas penyaluran program. Asran Lode menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak, termasuk perangkat desa, camat, hingga organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya. “Pemerintah desa dan camat juga dilibatkan dalam proses ini untuk memastikan kebutuhan di lapangan sesuai dengan program yang direncanakan,” katanya.
Dengan adanya koordinasi yang terstruktur, ia berharap program-program prioritas, terutama di bidang infrastruktur permukiman seperti jalan dan drainase, dapat terlaksana lebih tepat sasaran. “Kami ingin memastikan setiap program benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” tutup Asran Lode. (Adv-Kominfo/Ty)







