DPRD Kutai Timur Dorong Hilirisasi dan Keberlanjutan Sawit

KUTAI TIMUR, Netizens.id – Kutai Timur terus memantapkan langkah menuju Visi 2045 sebagai pusat hilirisasi sumber daya alam (SDA) yang maju dan berkelanjutan. Pandi Widianto, Anggota DPRD Kutai Timur Komisi C, menegaskan pentingnya membangun pondasi kuat untuk mewujudkan target tersebut.
“Hilirisasi SDA tidak bisa hanya sekadar wacana. Kami di DPRD telah sepakat untuk menjalankannya secara bertahap. Fokus lima tahun ke depan adalah membangun infrastruktur dasar seperti akses jalan yang memadai,” ujar Pandi.
Menurutnya, infrastruktur adalah kunci untuk membuka peluang hilirisasi yang lebih besar, terutama di sektor non-tambang. Ia menyoroti penurunan potensi pertambangan dalam 10 hingga 20 tahun ke depan sebagai alasan pentingnya mempersiapkan diversifikasi sektor ekonomi.
Pandi menjelaskan bahwa perkebunan sawit menjadi sektor unggulan yang siap didorong untuk hilirisasi lebih lanjut. Ia melihat peluang besar dalam pengembangan biodiesel sebagai produk turunan sawit.
“Dengan potensi perkebunan sawit di Kutai Timur, kita bisa mendukung visi pemerintah pusat dalam pengembangan biodiesel dari B30 ke B50. Hilirisasi biodiesel juga dapat menjadi solusi atas kelangkaan BBM yang sering terjadi di daerah kita,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa hilirisasi tidak hanya soal meningkatkan nilai tambah, tetapi juga memperkuat stabilitas ekonomi lokal. Untuk itu, keberlanjutan kebun sawit masyarakat menjadi perhatian serius, terutama melalui program replanting.
Pandi mengungkapkan bahwa replanting atau peremajaan kebun sawit plasma menjadi tantangan utama karena membutuhkan anggaran besar. “Perusahaan besar mungkin tidak terlalu kesulitan, tapi masyarakat pemilik kebun plasma perlu dukungan pemerintah dan swasta untuk memastikan kebun mereka tetap produktif,” jelasnya.
Ia berharap pemerintah lebih proaktif dalam mendorong hilirisasi dan memastikan kebijakan yang mendukung pertumbuhan kebun sawit masyarakat. “Jika perkebunan sawit ditingkatkan dan hilirisasi berjalan baik, kita tidak akan lagi bergantung pada tambang sebagai sumber utama ekonomi,” pungkasnya. (Adv-DPRD/Ty)







