Korban Sextortion Nekat Terjun dari Kapal Ferry
PENAJAM, Netizens.id – Seorang perempuan berinisial SW (34) nekat melompat ke laut dari atas kapal ferry saat sedang bersandar di Dermaga 2 Pelabuhan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Minggu (18/1/2026). Aksi nekat warga Balikpapan ini diduga kuat dipicu oleh tekanan psikologis berat akibat menjadi korban pemerasan bermodus kejahatan digital (sextortion).
Heru Susanto, Kepala PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Penajam, menjelaskan bahwa insiden terjadi saat proses bongkar muat penumpang dan kendaraan hampir selesai. SW merupakan penumpang terakhir yang terpantau hendak turun dari kapal.
“Penumpang tersebut berdiri sendiri dan tiba-tiba melompat melalui pintu darurat di area tangga tengah kapal. Tidak ada pemicu eksternal atau dorongan, murni tindakan sendiri,” ujar Heru, Senin (19/1/2026).
Evakuasi Sesuai SOP Man Overboard
Aksi tersebut segera diketahui oleh petugas tambat dan Anak Buah Kapal (ABK). Sesuai Prosedur Operasional Standar (SOP) Man Overboard (orang jatuh ke laut), nahkoda langsung membagi tim untuk melakukan evakuasi tanpa menghentikan arus bongkar muat guna menghindari risiko baru. Dalam waktu 15 menit, korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan dilarikan ke klinik pelabuhan.
Terjerat Ancaman Pemerasan Pelaku TikTok
Di sisi lain, penyelidikan kepolisian mengungkap fakta memilukan di balik aksi percobaan bunuh diri tersebut. AKP Saifuddin, Kapolsek Penajam, membeberkan bahwa korban tengah terjebak dalam ancaman pemerasan oleh seseorang yang dikenalnya melalui media sosial TikTok sekitar sepekan lalu.
Pelaku berinisial D diduga berhasil membujuk korban untuk mengirimkan video vulgar, yang kemudian digunakan sebagai alat untuk memeras korban.
“Pelaku meminta uang sekitar Rp30 juta. Jika tidak diberi, pelaku mengancam akan menyebarluaskan video pribadi korban ke publik,” jelas AKP Saifuddin.
Ancaman terakhir diterima korban pada Minggu pagi sekitar pukul 09.00 WITA. Dalam kondisi panik dan depresi, korban pergi dari rumah tanpa tujuan hingga akhirnya menaiki kapal ferry menuju Penajam. Saat kapal bersandar, panggilan telepon dari pelaku terus masuk, hingga akhirnya korban memutuskan untuk melompat ke laut.
Korban Syok Berat, Pelaku Masih Diburu
Pasca-evakuasi, kondisi fisik SW dinyatakan stabil, namun ia mengalami syok berat secara psikologis. Pihak keluarga, terutama suami korban, meminta agar pemeriksaan ditunda dan korban diperbolehkan pulang ke Balikpapan untuk pemulihan.
“Kami menghormati permintaan keluarga karena kondisi psikologis korban belum memungkinkan untuk dimintai keterangan lebih jauh,” tambah Saifuddin.
Terkait pelaku pemerasan, Polsek Penajam masih melakukan pelacakan digital. Kendala muncul karena akun media sosial yang digunakan pelaku kini sudah tidak aktif. “Identitas dan keberadaan pelaku masih dalam penyelidikan intensif,” pungkasnya.(*/mn)







