Peristiwa Daerah

Pengantin Tojo Una-Una Tanam Pohon Samawa

TOJO UNA-UNA, Netizens.id — Di Ampana Kota, sebuah janji suci kini tak lagi hanya terukir di atas buku nikah. Bagi pasangan Abdul Rahman dan Mersy Anapode, serta dua pasangan pengantin baru lainnya, memulai biduk rumah tangga berarti juga harus menanam harapan bagi kelestarian alam.

Senin pagi (26/1/2026), suasana di Kantor Urusan Agama (KUA) Ampana Kota tampak berbeda. Usai mengucap ijab kabul yang khidmat, para pengantin tidak langsung beranjak menuju pelaminan pesta. Masih mengenakan busana pernikahan yang anggun, mereka justru melangkah menuju lahan terbuka dengan bibit pohon di tangan.

Inilah “Pohon Samawa”, sebuah program inovatif hasil kolaborasi KUA Ampana Kota dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tojo Una-Una.

Lebih dari Sekadar Simbol

Bagi Abdul Rahman, menanam pohon usai akad nikah adalah sebuah refleksi spiritual yang mendalam. Sambil merapikan tanah di sekitar bibit yang baru ditanamnya, ia memaknai aktivitas ini sebagai bagian dari ibadah.

Abdul Rahman dengan wajah berseri menyampaikan, “Kami tidak hanya memulai hidup bersama, tetapi juga memulai komitmen untuk menjaga ciptaan Tuhan.” Ia melanjutkan, “Pohon ini akan menjadi pengingat bahwa rumah tangga harus dirawat sebagaimana kami merawat alam.”

Selain Abdul dan Mersy, pasangan Sam Husen–Zaenab serta Sahrul–Alivia J. Suya juga turut mengawali lembaran baru hidup mereka dengan cara serupa. Gerakan ini merupakan implementasi nyata dari Gerakan Ekoteologi Lintas Agama yang dicanangkan Kementerian Agama, yang memandang bahwa menjaga bumi adalah bagian tak terpisahkan dari iman.

KELUARGA SEBAGAI UNIT TERKECIL PENJAGA ALAM

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tojo Una-Una, Muh. Syahruddin, menegaskan bahwa pernikahan adalah momentum paling tepat untuk melahirkan tanggung jawab sosial dan ekologis. Sebuah keluarga baru, menurutnya, harus menjadi agen perubahan bagi lingkungan sekitarnya.

Syahruddin menegaskan, “Pohon yang ditanam hari ini bukan sekadar simbol, tetapi komitmen dan janji moral untuk tumbuh bersama alam serta memberi manfaat bagi sesama.”

Ia menambahkan bahwa program ini bertujuan membentuk kebiasaan baru di tingkat keluarga. Mulai dari menanam pohon, menjaga kebersihan, hingga mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Melalui “Pohon Samawa”, keluarga diajak untuk memahami bahwa rumah tangga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah juga berarti hidup harmoni dengan semesta.

Warisan untuk Masa Depan

Pohon-pohon yang ditanam oleh ketiga pasangan ini akan terus tumbuh, sebagaimana cinta yang baru saja mereka resmikan. Di masa depan, anak cucu mereka tidak hanya akan mendengar cerita tentang hari pernikahan yang indah, tetapi juga bisa berteduh di bawah rimbunnya pohon yang ditanam orang tua mereka pada hari bersejarah itu.

Di Ampana Kota, cinta kini tidak hanya bersemi di hati, tetapi juga berakar kuat di bumi, memberi oksigen bagi masa depan yang lebih hijau.(*/mn)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button