Peristiwa Daerah

Feri Fatimah 2 Karam di Sungai Mahakam, Delapan Selamat

TENGGARONG, Netizens.id – Suasana di penyeberangan Sirbaya, Desa Sebulu Modern, mendadak mencekam pada Selasa (24/2/2026). Sebuah video rekaman warga mengabadikan momen kapal feri tradisional Fatimah 2 yang perlahan ditelan derasnya arus Sungai Mahakam, meninggalkan kepulan buih dan kerugian bagi para pemilik muatan.

Kejadian bermula sekitar pukul 16.15 WITA. Kapal bercat biru-hijau yang dinahkodai Ujas (29) itu awalnya melaju normal membelah sungai. Namun, sesampainya di titik arus deras RT 011 Dusun Sirbaya, bencana mulai tak terelakkan.

Berpacu dengan Air dan Waktu

Seorang saksi mata bernama Marmoyo menuturkan bagaimana kapal itu tiba-tiba mengalami kebocoran. Air sungai masuk dengan cepat ke dalam lambung kapal. Dalam situasi panik, Ujas berusaha memacu mesin lebih kencang demi mencapai dermaga sebelum kapal benar-benar tak berdaya.

Namun kapal terlalu berat untuk diselamatkan. Fatimah 2 saat itu mengangkut satu unit truk kosong, satu mobil pikap bermuatan ayam, dan satu unit mobil boks berisi sembako. Ketiga kendaraan tersebut ikut miring seiring air yang terus memenuhi badan kapal.

Kepala Desa Sebulu Modern, Jumadil, membenarkan bahwa bantuan sempat datang dari kapal feri lain. “Dua feri lain sempat mencoba membantu dengan cara menggandeng sisi kiri dan kanan Fatimah 2, tetapi upaya itu sia-sia karena air terus merangsek masuk tanpa henti,” jelasnya saat dihubungi via telepon.

Menyadari kapal tak akan mampu mencapai dermaga tujuan, nahkoda mengambil keputusan cepat dengan mengarahkan Fatimah 2 ke hilir agar tidak karam di tengah jalur pelayaran dan membahayakan kapal lain.

Arus yang deras menyeret kapal sejauh 100 meter dari pelabuhan, hingga akhirnya karam di dekat area pembangunan jembatan di sisi pemakaman. Kapal pun beristirahat di dasar sungai, hanya menyisakan bagian atasnya yang masih tampak di permukaan.

“Kapal diarahkan ke tepi supaya tidak tenggelam di tengah sungai yang arusnya sedang kuat,” tambah Jumadil.

Di balik kerugian materiil yang cukup besar akibat tenggelamnya tiga kendaraan beserta muatannya, ada kabar yang patut disyukuri. Enam penumpang dewasa beserta nahkoda dan satu anak buah kapal (ABK) dinyatakan selamat tanpa luka. Total delapan jiwa berhasil dievakuasi sebelum kapal benar-benar tenggelam.

Hingga Selasa malam, aktivitas di lokasi kejadian masih berlangsung. Alat berat milik perusahaan setempat telah dikerahkan untuk mengevakuasi kendaraan dari dasar sungai. Proses ini tidak berjalan mudah — tali penarik dilaporkan beberapa kali putus akibat beban kendaraan yang tertimbun pasir dan kuatnya arus sungai.

Pihak desa kini tengah mendata identitas para pemilik kendaraan yang ikut karam. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi pengguna jasa penyeberangan di Kutai Kartanegara akan pentingnya pemeliharaan armada serta kewaspadaan terhadap kondisi alam Sungai Mahakam yang tak mudah diprediksi. (mn)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button