BEC Week Meriahkan Banyuwangi 16-19 Juli, Padukan Karnaval Kolosal “Perang Bayu” dengan Festival UMKM Lintas Daerah

BANYUWANGI – Kabupaten Banyuwangi kembali menghadirkan rangkaian event menarik bagi wisatawan. Pekan ini, selain event spektakuler Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) yang akan digelar 18 Juli 2026, masyarakat juga bisa menikmati lima event lainnya, termasuk lomba lari SCF Run pada pagi hari 19 Juli.
BEC tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-13. Untuk menyambut karnaval kolosal tersebut, sederet agenda menarik telah disiapkan mulai 16 hingga 19 Juli dalam rangkaian BEC Week.
Salah satunya adalah Sekar Kijang Creative Fest (SCF) yang dipusatkan di Gedung Seni Budaya (Gesibu). Acara ini turut dimeriahkan dengan Festival UMKM, menampilkan pameran produk-produk unggulan dari Banyuwangi maupun daerah sekitarnya seperti Situbondo, Bondowoso, Jember, dan Lumajang—mulai dari produk wastra, kerajinan, hingga festival makanan dan minuman.
Selama Festival UMKM berlangsung, berbagai kegiatan pendukung juga digelar, di antaranya Lomba Desain Motif Batik Sekarkijang dan Singing Competition pada 16 Juli. Sementara pada 17 Juli, giliran Lomba Inovasi Green Campaign, workshop Creative Painting, Kids Fashion Show, hingga kegiatan Donor Darah yang akan berlangsung.
“Bahkan juga digelar Pasar Murah yang didukung BI. Silakan mengunjungi stand-stand kreasi dan kuliner dari 5 kabupaten sekitar Banyuwangi,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Minggu (12/7/2026).
Puncak acara BEC akan berlangsung pada 18 Juli siang hari, dengan titik start di area Taman Blambangan. Ratusan talent karnaval akan menyusuri rute sepanjang 2 km di sepanjang jalan protokol Banyuwangi.
BEC tahun ini akan menampilkan parade kostum etnik yang spektakuler dengan mengusung tema “Perang Bayu” — kisah heroik perlawanan warga Banyuwangi terhadap penjajahan Belanda pada abad ke-18, yang menjadi bagian penting dari sejarah berdirinya Banyuwangi. Tema besar ini akan divisualisasikan melalui lima sub-tema yang merepresentasikan berbagai fragmen perjuangan dalam “Perang Bayu”.
“Malamnya, usai menonton BEC para wisatawan bisa menikmati atraksi budaya ‘Barong Battle’ di Agro Wisata Tamansuruh. Atraksi yang tak kalah menariknya,” tambah Ipuk.
Rangkaian acara berlanjut pada 19 Juli pagi dengan event lari SCF Waqf Run 5K—lomba lari yang sekaligus mengusung kampanye kesadaran wakaf, dengan titik start dan finish dipusatkan di Taman Blambangan.
Di hari yang sama, sejumlah kegiatan lain turut digelar, seperti Halal Chef Competition, Talkshow Beyond Halal, edukasi perlindungan konsumen, hingga lomba mewarnai untuk anak-anak.
“Rangkaian BEC akan dipungkasi oleh Konser Musik BEC sekaligus pengumuman Best Costume BEC yang menandai rangkaian BEC Week berakhir. Acara dipusatkan di Gesibu pada 19 Juli mulai pukul 19.00,” jelas Ipuk.
Ipuk turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bank Indonesia Jember yang terus konsisten mendukung Banyuwangi, tidak hanya melalui kolaborasi Sekarkijang Creative Week (SCF) dan BEC, tetapi juga lewat berbagai program yang mendorong kemajuan UMKM di daerah.







