Opini

Prabowo dan Balikpapan

Catatan Rizal Effendi

SEBAGAI presiden, rasanya baru sekali Prabowo Subianto ke Balikpapan. Itu dilakukannya Senin, 12 Januari 2026 ketika dia meresmikan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Pertamina Balikpapan yang bernilai Rp123 triliun.

Dari Bandara SAMS Sepinggan, Prabowo naik mobil Maung putih RI 1 menuju lokasi acara di Jl Yos Sudarso atau Jalan Minyak sejauh 15 km. Mobilnya yang dikawal satuan Polisi Militer (PM), lurus bergerak melewati Jalan Marsma Iswahyudi Gunung Bakaran dan Jalan Jenderal Sudirman, yang menjadi pusat kota.

Sepanjang jalan dia berdiri di atas mobilnya menyambut warga dan anak sekolah yang mengelu-elukan kedatangannya. Warga dan anak-anak berebut menyalaminya. Ada balita yang dicium kepalanya.

Kita pikir selama perjalanan Prabowo hanya fokus melayani warga kota dan anak sekolah saja. Ternyata dia juga memerhatikan kondisi wajah kota mulai infrastruktur jalannya sampai bangunan dan berbagai pernak-pernik yang ada di kiri kanan jalan.

Ketika memberi arahan pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang diikuti seluruh gubernur, wali kota, dan bupati se-Indonesia di Sentul Bogor, Senin (2/2/2026), Prabowo menyinggung wajah kota yang perlu mendapat perhatian. Dia sempat menyebut nama Balikpapan. Termasuk beberapa kota lainnya, di antaranya Banjarmasin, Bogor, dan di Provinsi Bali.

Sebelum ke Balikpapan, Prabowo lebih dulu berkunjung ke Kalsel. Jadi dia masih ingat kondisi kedua kota itu. Dia juga menyinggung jalan ke Bogor terutama Hambalang, karena itu jalan menuju kediaman pribadinya. Sedang Bali berkaitan dengan sejumlah komentar dan aduan dari para turis yang datang ke sana.

“Dalam rangka Indonesia Asri, terus terang saja saya minta kepada kepala pemerintah, ya tolong tertibkan iklan-iklan, spanduk-spanduk yang terlalu banyak. Kalau saya ke Balikpapan dan Banjarmasin tidak berbeda, spanduk-spanduk-spanduk. Kalau saya naik ke Hambalang, juga spanduk-spanduk-spanduk. Ada iklan ayam goreng, pesan satu dapat satu free. Kenapa harus besar-besar sih?” ujar Presiden heran.

Dia juga mengingatkan tentang kondisi di Bali. “Orang datang ke Bali karena ingin melihat Bali. Dia tidak ingin lihat iklan Kentucky Fried Chicken dan McDonald yang besar-besar,” tandasnya.

Selain itu Prabowo juga menyinggung lingkungan Bali yang cenderung kotor dan banyak sampahnya terutama di pantai-pantai. “Saya di Korea ketemu tokoh-tokoh, menteri, jenderal dan terkadang tentara. Dia tidak pakai basa-basi. Your Excellency, I just came from Bali. Oh, Bali so dirty now. Bali not nice. Wah, tapi saya terima itu sebagai koreksi,” katanya.

Presiden minta agar pemerintah daerah melakukan penertiban. “Tolong tertibkan, ajak bicara para pengusaha, KADIN, HIPMI, ya kan? Bicara dengan asosiasi pengusaha, you bikin iklan jangan terlalu besar,” begitu sarannya.

Presiden juga menyinggung soal kabel listrik yang berseliweran. Mungkin yang dimaksudkan adalah kabel fiber optik, yang sudah menjadi momok dan pemandangan yang tidak nyaman hampir di semua kota. Kabel-kabel itu terpasang sangat semrawut. Terkadang berjuntai sampai ke bawah dan membahayakan mereka yang melintas.

RAMAI-RAMAI PENERTIBAN

Menyusul adanya sentilan dari Presiden Prabowo di Sentul, hampir semua kota-kota di Indonesia serentak langsung melakukan aksi penertiban dan pembersihan.

Saya lihat di video, di Balikpapan tim gabungan dari Satpol PP dan Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) langsung beraksi. Sejumlah spanduk langsung diturunkan dan dibersihkan terutama sepanjang kawasan kota.

“Memang ada kaitan dengan Instruksi Presiden, karena itu Wali Kota memerintahkan kepada kami untuk melakukan penertiban di lapangan,” kata Siswanto, Kabid Penagihan dan Pembukuan BPPDRD bersama Erik Gampu, Kasi Operasional dan Pengendalian Satpol PP, yang memimpin operasi.

Menurut Siswanto, spanduk, baliho atau lainnya yang tidak ada izin atau sudah habis masa izinnya, maka langsung mereka turunkan. Selain itu, untuk menjaga estetika kota, maka pihaknya mendorong peralihan media iklan yang biasa melalui baliho, billboard dan spanduk ke videotron digital.

Plt Kepala Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang (DPPR) M Farid Rizal mengatakan, tahun 2026 ini mereka akan melanjutkan penataan infrastruktur kota melalui program pemindahan kabel udara ke bawah tanah. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menciptakan wajah kota yang lebih rapi, aman dan modern.

Proyek ini mencakup pemindahan seluruh kabel utilitas, mulai dari jaringan Telkom, PLN hingga vendor lainnya. Ditandai dengan relokasi kabel optik Telkom ke bawah tanah.

Asisten I Pemkot Drs Zulkifli mengakui sejauh ini kabel-kabel optik itu memang sangat mengganggu keindahan dan keamanan kota. Karena itu perlu dilakukan penataan. Pihaknya akan bekerjasama dan mengingatkan para vendor, yang terkadang melakukan pemasangan secara tidak tertib.

Kemarin, saya menyusuri jalan dari Bandara SAMS Sepinggan sampai Pelabuhan Laut Semayang. Saya lakukan pagi dan malam hari. Sebagian spanduk sudah tidak ada. Yang bertebaran spanduk HUT ke-129 Kota Balikpapan. Tapi saya melihat ada suasana tidak sedap di depan Gang Mawar, Gunung Bakaran. Ada tumpukan sampah di mulut gang. Di situ juga ada spanduk dan baliho serta juntaian kabel optik yang tidak teratur.

Di sepanjang jalan ada sejumlah tempat pemasangan baliho besar. Tapi sebagian lagi kosong. Ada baliho di depan Pasar Baru yang berisi baliho Partai Gerindra. Ada wajah Prabowo, Wagub Kaltim Seno Aji sebagai ketua Gerindra Kaltim dan tokoh Gerindra lainnya.

Suasana pemandangan menarik dapat kita saksikan di Taman Bekapai pada malam hari. Ada air mancur dan tata warna lampu yang eksotik. Bagi saya Taman Bekapai itu punya kenangan sendiri. Sebab ketika saya masih menjabat wali kota, kita terpaksa harus merogoh kantong APBD sebesar Rp15 miliar, karena kita kalah gugatan dari warga sampai putusan kasasi di Mahkamah Agung (MA).

Saya tidak menemukan spanduk tentang ayam goreng beli satu dapat satu free seperti yang disinggung Presiden Prabowo. Mungkin bukan di kota Balikpapan. Padahal saya mau mengajak Pak Zen, teman baik saya. Dia yang beli satu, biar yang gratisnya untuk saya. He…he itu yang namanya paket hemat.(*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button