Opini

Langkah Baru Karina dan Aaron, Saat Air Mata Kebahagiaan Runtuhkan Ketegaran Syafril Teha Noor

Catatan: Rusdiansyah Aras

SENIN ini (2/2/2026), langkah kaki saya tertuju ke taman wisata Arya Ulin. Ada getaran berbeda di udara—campuran antara khidmat, haru, dan kebahagiaan yang meluap. Sahabat sekaligus rekan seperjuangan saya di Kaltim Post, Syafril Teha Noor bersama sang istri, Ibu Waljinah, tengah mengantarkan putri sulung mereka, Karina Aisyah, memulai babak baru kehidupan.

Karina resmi dipersunting oleh seorang pemuda asal Filipina, Aaron Eigene Portera Vicentino, putra dari pasangan Bapak E. Limbaga dan Ibu E. Refresca Auza.

Kesederhanaan yang Berwibawa
Prosesi ijab kabul berlangsung sangat sederhana, namun sarat akan makna. Saya memperhatikan Syafril dan istri; raut wajah mereka memancarkan kebahagiaan tulus. Namun, benteng ketegaran itu runtuh saat prosesi sungkeman dimulai.

Melihat Karina bersimpuh memohon doa restu, saya menyaksikan Syafril dan Waljinah tak kuasa membendung air mata. Itu bukan air mata kesedihan karena kehilangan, melainkan air mata kebahagiaan sekaligus tanda tuntasnya tugas orang tua dalam mengantarkan sang putri ke gerbang rumah tangga.

Momen ini membawa ingatan saya kembali ke puluhan tahun silam. Hubungan saya dan Syafril bukan sekadar rekan sekantor. Pernikahan kami pun hanya berselisih hitungan hari. Saya menikah lebih dulu pada 9 Desember 1989, dan Syafril menyusul tujuh hari kemudian. Melihatnya kini menikahkan putri sulungnya, rasanya seperti menyaksikan perjalanan hidup kami berputar kembali.

Hadir pula mantan Wakil Gubernur Kaltim, H. Hadi Mulyadi, yang didaulat menyampaikan hikmah pernikahan. Selain pantun-pantun segarnya, beliau membagikan kisah inspiratif tentang sahabat Nabi, Julaibib RA.

“Julaibib adalah sosok yang secara fisik mungkin kurang rupawan, namun ketaatannya menjadikannya rebutan para bidadari surga. Beliau gugur sebagai syuhada dan sangat dicintai Allah,” tutur Hadi.

Pesan utama yang dipetik dari kisah tersebut untuk Karina dan Aaron adalah tentang Sabar dan Syukur:

Kelebihan dan Kekurangan: Setiap pasangan pasti memiliki sisi positif dan negatif. Tidak ada manusia yang sempurna.

Kunci Sakinah: Jika mampu bersabar menghadapi kekurangan pasangan dan bersyukur atas kelebihannya, insyaallah rumah tangga akan menjadi sakinah, mawaddah, wa rahmah.

Selamat menempuh hidup baru untuk Karina dan Aaron. Untuk sahabatku Syafril, selamat atas kebahagiaan ini. Semoga ikatan dua negara ini senantiasa diberkahi oleh-Nya.(*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button