Transformasi Pendidikan Digital dan Kreatif Lewat PKL UPTD Tekkom Infodik

Oleh: Mohhammad Azzahri Putra *)
PERCEPATAN perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, dunia pendidikan dituntut untuk terus bertransformasi. Praktik Kerja Lapangan (PKL) menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk menguji kompetensi sekaligus memahami dinamika kerja sesungguhnya. Bagi mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), PKL bukan hanya kewajiban akademik, tetapi juga wahana penting untuk membangun karakter profesional yang selaras dengan nilai keislaman.
Penguatan Kompetensi Digital Marketing di UPTD Tekkom Infodik sebagai Langkah Transformasi Digital Pendidikan
Foto ini menggambarkan suasana pelatihan atau workshop yang diselenggarakan oleh UPTD Tekkom Infodik dengan suasana aktif dan interaktif. Pemateri tampak menyampaikan materi dengan semangat di depan peserta yang terdiri dari pegawai berseragam dinas, menandakan kegiatan resmi pemerintah. Tampilan layar besar di belakang menunjukkan konsep “E + R = O (Event + Response = Outcome)”, yang menekankan pentingnya mindset dan respons positif dalam menghadapi perubahan.
Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa UPTD Tekkom Infodik tidak hanya berperan dalam pengelolaan teknologi informasi dan komunikasi pendidikan, tetapi juga terus mendorong transformasi digital di era modern. Salah satu aspek penting dari transformasi ini adalah penerapan digital marketing dalam penyebaran informasi, promosi program, serta peningkatan citra lembaga pendidikan di dunia digital.
Melalui pelatihan semacam ini, para pegawai diharapkan dapat memahami bagaimana strategi digital marketing dapat digunakan untuk memperluas jangkauan informasi, meningkatkan keterlibatan masyarakat, serta mempercepat diseminasi inovasi pendidikan. Penguasaan konsep-konsep dasar seperti mindset growth, response to change, dan pemanfaatan media digital akan sangat menentukan keberhasilan lembaga dalam menghadapi tantangan era digital.
Dengan demikian, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa UPTD Tekkom Infodik berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas SDM agar lebih adaptif, kreatif, dan inovatif dalam mengimplementasikan digital marketing sebagai bagian dari strategi komunikasi dan pelayanan publik berbasis teknologi.
Menumbuhkan Kreativitas Melalui Irama: Belajar Bersama Maestro Seni Musik di UPTD Taman Budaya 2025
Kegiatan Belajar Bersama Maestro Seni Musik UPTD Taman Budaya 2025 resmi dibuka, menandai langkah konkret pemerintah daerah dalam memastikan keberlanjutan seni musik. Acara ini melampaui pembelajaran teknik; ia menciptakan ruang inspiratif di mana pengalaman dan nilai-nilai budaya diwariskan langsung dari maestro kepada generasi penerus. Semangat tinggi terasa dari kehadiran seniman senior, peserta muda, guru, dan pencinta musik. Kehadiran berbagai kalangan ini membuktikan bahwa musik adalah harmoni pemersatu yang mendorong kolaborasi lintas generasi dalam upaya berkarya, belajar, dan melestarikan budaya.
Esensinya adalah menemukan jati diri melalui irama, bukan sekadar meniru nada. Inisiatif ini menegaskan bahwa pendidikan seni sangat vital dalam menumbuhkan kreativitas, karakter, dan semangat kebangsaan, sekaligus menghasilkan generasi yang mahir mengharmonikan tradisi dan inovasi dalam setiap karya yang diciptakan. Karena pada akhirnya, musik adalah bahasa universal yang menyatukan manusia — dan melalui irama yang tumbuh di hati generasi muda, budaya Indonesia akan terus hidup, berkembang, dan menginspirasi dunia.
Penutup
Melalui UPTD Tekkom Infodik, pemerintah berupaya mempercepat transformasi pendidikan dengan melatih pegawai dalam Digital Marketing dan menyiapkan lulusan PKL yang adaptif. Tujuannya adalah membuat pelayanan publik dan penyebaran informasi menjadi lebih efektif dan cepat.
Di sisi lain, melalui UPTD Taman Budaya, program Belajar Bersama Maestro diadakan untuk memastikan seni musik dan nilai-nilai luhur terus diwariskan. Kegiatan ini menekankan pentingnya menggabungkan tradisi dengan kreativitas baru untuk membentuk karakter generasi muda.(*)
*) Penulis adalah Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, yang sedang melaksanakan tugas Praktik Kerja Lapangan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, UPTD Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur.







