TNI/POLRI

Sesko TNI Sosialisasikan Pencegahan Karhutla di Sangatta, Warga Diminta Tak Bakar Lahan

KUTAI TIMUR – Sebanyak dua jenderal dan tujuh kolonel dari Matra Darat dan Laut yang tergabung dalam tim penyuluh Sesko TNI menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Dusun Rawa Gabus, Kelurahan Singa Geweh, Kecamatan Sangatta Selatan, Selasa (1/9/2026). Acara yang berlangsung mulai pukul 14.20 Wita ini dihadiri oleh 75 warga setempat.

Kegiatan dipimpin oleh Kolonel Laut (P) Shodikin, yang sebelumnya menjabat Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Sangatta, bersama Kolonel Arh Choirul Huda, mantan Komandan Kodim (Dandim) Bontang. Turut hadir mendukung acara ini Dankorsis Sesko TNI, Tim Mabes TNI, Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi, anggota DPRD Kutai Timur Joni, serta anggota DPRD Kalimantan Timur H. Arfan.

Bertempat di kawasan yang dikenal sebagai Kampung Bahari Nusantara (KBN) Muara Gabus, para peserta menerima penjelasan tentang bahaya karhutla bagi kesehatan, lingkungan, dan ekonomi masyarakat. Mereka juga diajarkan cara mendeteksi titik api sejak dini serta langkah tanggap yang perlu diambil ketika indikasi kebakaran ditemukan.

Dalam paparannya, Kolonel Shodikin dengan tegas melarang warga membuka lahan dengan cara dibakar, sambil menjelaskan berbagai masalah yang bisa timbul dari kebiasaan tersebut. Ia meminta masyarakat mematuhi imbauan pemerintah daerah dan ikut mengawasi agar lahan di sekitar tempat tinggal mereka bebas dari titik api.

Ia mengimbau agar setiap temuan titik api segera dilaporkan ke posko penanganan terdekat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, atau Bhabinpotmar supaya dapat segera ditindaklanjuti. Shodikin turut mengingatkan bahwa membakar lahan bukan hanya berisiko bagi kesehatan, tapi juga bisa berujung pada jerat hukum pidana — ia bahkan menyebut Polres Kutim telah menangkap pelaku pembakaran lahan, dan berharap kejadian serupa tidak terulang.

Lebih jauh, ia mengajak seluruh warga untuk aktif mencegah karhutla dengan menghindari pembakaran lahan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, dan segera melapor bila menemukan titik api. Menurutnya, karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tapi juga mengancam kesehatan, mengganggu roda ekonomi dan sosial, serta merusak ekosistem, sehingga pencegahan dini menjadi kunci utama.

Sementara itu, Kolonel Arh Choirul Huda memberikan penekanan khusus pada dampak kesehatan akibat karhutla, dengan memaparkan contoh-contoh nyata dari daerah yang pernah terdampak. Ia menjelaskan bahwa asap karhutla dapat mengganggu saluran pernapasan, melemahkan fungsi paru-paru, dan memicu penyakit seperti ISPA — dengan risiko terbesar mengintai kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, anak-anak, dan lansia. Karena itu, ia berharap kegiatan ini membuat masyarakat lebih memahami dampak kesehatan dari karhutla, bukan sekadar mengenal bahayanya secara umum.

Ditemui secara terpisah usai acara, Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi menyambut baik sosialisasi yang digagas para perwira Sesko TNI ini. Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan warga, mengingat status karhutla di Kutai Timur saat ini sudah berada pada level siaga. (Q)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button