AdvertorialDPRD

Dewan Minta Pemkab Kutim Segera Tindaklanjuti Usulan Mahasiswa Tentang TPST

KUTAI TIMUR – Beberapa waktu yang lalu, puluhan massa yang tergabung di dalam Koalisi Masyarakat Sipil Kutai Timur (Kutim) menggunggat melakukan demonstrasi di Simpang 3 Pendidikan, Sangatta Utara. Mereka menuntut sejumlah persoalan daerah yang dinilai belum ditangani oleh pemerintah.

 

Para pengunjukrasa secara bergantian berorasi menyampaikan 10 tuntutan kepada  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim.

Salah satu tuntutan yang disampaikan kepada Pemerintah adalah mendesak Pemerintah Kabupaten Kutim agar menghentikan dan merelokasi Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST)

 

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Kutai Timur Abdi Firdaus meminta Pemkab untuk segera menindaklanjuti tuntutan tersebut. Itu artinya, bahwa massa atau sejumlah mahasiswa yang melakukan unjuk rasa itu sudah melakukan kajian tentang TPST.

 

“Masukan dari mahasiswa itu kami dukung, tolong segera ditanggapi. Masukan ini kan berarti disampaikan setelah mahasiswa sudah melakukan kajian,” pintanya.

 

TPST ini dibangun atas dasar bentuk kepedulian terhadap sampah, dimana pembangunan dilakukan oleh PT Kaltim Prima Coal (KPC) bersama Pemkab Kutai Timur, TPST ini menggunakan mesin Thermal Hydro Drive yang  akan mengelola sampah dengan kapasitas 50 ton per hari, dengan bahan jadinya berupa batako dan paving block.

TPST yang diberi nama ‘TPST Prima Sangatta Eco Waste’ ini dibangun di atas lahan 1800 meter persegi selama delapan bulan.

 

Pembangunan menghabiskan anggaran dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) KPC senilai Rp 16,9 miliar. Terdiri dari mesin Rp 13,5 milyar,bangunan Rp  1,9 milyar dan pendampingan selama satu tahun serta penunjang lainya Rp 1,5 milyar.

 

“Memang maksut dan tujuannya itu bagus dan baik, tapi mungkin masih harus dibenahi. Saya harap dan minta, masukan yang disampaikan oleh pengunjuk rasa beberapa waktu yang lalu bisa segera ditindaklanjuti,” terangnya.

 

Sekedar diketahui, TPST di Kabupaten Kutai Timur diresmikan oleh Bupati pada awal tahun 2022 yang lalu. (Adv/DPRD/Ne)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button