DPRD Kutai Timur : Aspirasi Masyarakat Jadi Bagian Penting Yang Harus Diakomodir

KUTAI TIMUR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur menyoroti masih ada beberapa kawasan pedesaan didaerahnya yang sama sekali belum tersentu pembangunan fisik. Utamanya, pembangunan infrastruktur berupa jalan.
Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Mochammad Son Hatta mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) agar lebih perhatian dengan masyarakatnya yang ada di desa. Selama ini, ia sering menerima usulan dari masyarakat soal pembangunan infrastruktur di daerah Desa.
Dewan meminta kepada Pemkab agar usulan yang disampaikan oleh masyarakat dijadikan sebagai bagian penting dan wajib untuk diakomodir.
“Infrastruktur di desa desa itu masih kurang. Kami sering menerima usulan dari masyarakat soal itu, saya harap Pemkab mengakomodir apa yang menjadi usulan dan aspirasi masyarakat,” ucapnya.
Menurut Son Hatta, ada satu usulan yang sering disampaikan oleh masyarakat yang bersifat mendesak dan Pemkab harus segera menindaklanjutinya. Yakni pembangunan jembatan yang menghubungkan antara desa satu ke desa lainnya.
Pada tahun anggaran 2023, ada sejumlah pembangunan jembatan yang dilakukan. Seperti, jembatan Sei Nibung yang akan menghubungkan Desa Kadungan Jaya dan Desa Pelawan, kehadiran jembatan sepanjang 150 meter itu akan memperpendek jarak antara Desa Kadungan Jaya, Kecamatan Kaubun menuju Kecamatan Karangan.
Pembangunan jembatan penghubung Desa Sepaso Timur dan Desa Sepaso Selatan, di Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, dan beberapa titik lainnya.
“Usulan yang paling sering disampaikan masyarakat kepada kami itu pembangunan jembatan. Alhamdulillah, tahun ini Pemkab sudah mulai melakukan pembangunan jembatan di sejumlah titik,” kata dia.
Lebih lanjut Son Hatta menambahkan, pihaknya akan terus mendorong Pemkab untuk memprioritaskan pembangunan fisik di wilayah desa atau pelosok. (Adv/DPRD/Ne)







