Bupati Kutai Timur Buka Sosialisasi Pengembangan dan Evaluasi DPPM TBC di Sangatta

KUTAI TIMUR – Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, membuka kegiatan sosialisasi pengembangan dan evaluasi District-Based Public-Private Mix (DPPM) TBC di Kabupaten Kutai Timur Tahun 2023. Kegiatan yang digelar di Hotel Royal Victoria, Sangatta, ini dihadiri oleh perwakilan rumah sakit, klinik perusahaan, dan puskesmas di Kutai Timur.
Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah menyampaikan bahwa pendataan dan pencatatan TBC di Kabupaten Kutai Timur masih belum efektif. Hal ini disebabkan oleh sifatnya yang instruksi dan instruksi, sehingga tidak ada koordinasi yang jelas antara berbagai pihak yang terlibat.
“Saya tadi berbincang-bincang dengan narasumber, memang persoalan TB ini agak rumit, kenapa rumit karena sifatnya instruksi dan instruksi dalam rangka untuk pendataan, pencatatan, pelaporan dan sebagainya,” ujar Bupati Ardiansyah.
Oleh karena itu, Bupati Ardiansyah mengusulkan agar pendataan dan pencatatan TBC di Kutai Timur menggunakan sistem yang lebih efektif, seperti sistem penanganan COVID-19. Dalam sistem ini, setiap wilayah terdapat satgas khusus yang bertugas untuk mendata dan melaporkan langsung kepada pemutus kebijakan dan penanganan lebih lanjut.
“Cuma barangkali kesimpulan saya mungkin kalo kita ingin belajar dari covid kemarin maka strateginya, ini barangkali mungkin kalo kita mengambil strategi penanganan covid, ada satgas covid dan seterusnya sampe penangan di atasnya, barangkali dalam setahun dua tahun, bisa selesai TB ini,” lanjut Bupati Ardiansyah.
Selain itu, Bupati Ardiansyah juga berharap agar sosialisasi ini dapat meningkatkan pemahaman petugas kesehatan di Kutai Timur, baik dari rumah sakit, klinik perusahaan, maupun puskesmas, tentang pentingnya kolaborasi dalam penanganan TBC.
“Saya berharap dengan adanya narasumber yang dari provinsi hari ini, ini bisa dipahami oleh semua petugas kita yang dari Kutai Timur, karna ini semua hadir tidak hanya rumah sakit umum, rumah sakit swasta, tapi juga klinik klinik perusahaan, klinik klinik yang didekat masyarakat, puskesmas semua hadir dalam rangka untuk bersama sama kita berkolaborasi, pertama menemukan dulu kemudian setelah ditemukan itu datanya dilaporkan setelah itu harus dilakukan pengobatan sampe tuntas,” pungkas Bupati Ardiansyah.(Adv/Kominfo/Ty)







