UMKM Jadi Pilar Utama Hadapi Krisis Ekonomi dan Pangan

KUTAI TIMUR – Eksistensi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta agribisnis di Indonesia menjadi sesuatu yang patut diacungi jempol. Pasalnya UMKM menjadi penopang perekonomian Indonesia di tengah-tenga ancaman krisis ekonomi yang terjadi di dunia, termasuk Indonesia.
Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman menjelaskan, sesuai analisis para pakar, mereka berpendapat pada 2024 secara global dunia akan mengalami krisis ekomomi, pangan dan energi. Disebabkan oleh gejala El-Nino (musim kemarau panjang). Konflik perang antara Rusia dan Ukraina dan gejolak ekonomi serta politik di Amerika Selatan hingga perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok.
“Pengalaman krisis ekonomi dan moneter yang terjadi secara global pada 1997-1998, ternyata yang mampu bertahan adalah sektor UMKM dan pertanian,” ujar Ardiansyah saat membuka suatu kegiatan UMKM di lapangan Rajawali, Desa Benua Baru Ilir, Kecamatan Sangkulirang, belum lama ini.
Menurutnya hal tersebut membuktikan bahwa sektor UMKM dan pertanian mampu menjadi penopang Indonesia. Khususnya pilar menghadapi krisis ekonomi, pangan dan energi.
Maka dari itu, Ardiansyah mengajak seluruh komponen mulai dari pemerintah, swasta dan masyarakat bersama–sama menyiapkan dengan baik sektor UMKM serta komoditi pertanian dengan baik. Dia mengatakan Pemkab Kutim telah melakukan berbagai kegiatan untuk membantu para pelaku meningkatkan produksinya. Dari segi kuantitas maupun kualitas. Diantaranya pelatihan teknis, bantuan modal dan peralatan produksi, peningkatan sarana distribusi dengan perbaikan jalan, bazaar dan pameran untuk pemasaran.
“Bagi pelaku UMKM saya minta manfaatkan fasilitas ini dengan optimal,” jelas Ardiansyah pada kegiatan yang turut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Ny Hj Siti Robiah, Staf Ahli Bupati Sulastin, beberapa pimpinan PD, Camat Sangkulirang Rahmat dan unsur Muspika Kecamatan Sangkulirang.
Selain itu dia mengajak pihak swasta berkontribusi lebih besar lagi dalam mendampingi para pelaku UMKM dan sektor pertanian. Sebab, Pemkab Kutim tentu punya keterbatasan, untuk itu dia mengajak perusahan -perusahaan yang ada di Sangkulirang juga memberikan kontirbusi kepada pelaku UMKM.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM yang diwakili Pasombaran menjelaskan bahwa tujuan kegiatan yang melibatkan UMKM ini adalah untuk pengendalian inflasi, sarana promisi dan pemasaran serta membentuk jaringan. Dinas Koperasi dan UMKM akan melanjutkan upaya mempertahankan tingkat inflasi dibawah 4 persen, kemudian memverifikasi setiap produk lokal yang berorientasi pasar ekspor, seperti produk turunan gula aren, gula semut (palm sugar ) dan juruh (gula aren cair). (Adv/Kominfo/Fj)







