Opini

JAGA NAMA BAIK ALMAMATER MU

Dr. Hartono
Dosen STAIS Kutai Timur dan Direktur Lingkar Masyarakat Madani (LMM)

Wisuda menjadi momen indah dan dinanti oleh setiap anak didik dan juga orang tua. Dimoment itulah capaian demi capaian terlihat, kreatifitas juga ditampilkan didepan dewan guru dan orang tua. SMP IT Bina Insan pada tanggal 25 Mei 2022 melaksanakan kegiatan pelepasan siswa/i dengan penuh haru dan dan harapan tentunya.

SMP IT Bina Insan merupakan salah satu sekolah menengah pertama yang berada di wilayah Muara Wahau, dapat dinilai sekolah ini menjadi sekolah unggulan dan sangat diminati oleh masyarakat yang ada. Terbukti setiap tahun penerimaan siswa baru selalu berlebih dan musti diseleksi, tahun ini saja menurut keterangan pihak sekolah telah membuka 2 kelas dan sudah full.

Tingginya minat masyarakat untuk mensekolahkan putra-putrinya disekolahan tersebut tentu ada nilai lebih. Ekstrakulikuler dan kegiatan positif lainya begitu banyak dan itu terlihat nyata ketika ditampilkan pada acara wisuda kemarin. Ektrakulikuler itu ada tari daerah, tari modern, tekwondo, bulu tangkis, volly, hafalan quran, bacaan tartil quran, pramuka dan masih banyak lagi.

Diwaktu yang berbeda sekolahan inipun sering menghadirkan para pembicara, parenting dan motivator handal untuk mendampingi semua civitas akademika yang ada dan inilah hemat penulis menjadi nilai lebih, nilai unggul sekaligus ciri khas dibanding sekolahan yang lainya.

Penulis pernah berbincang secara pribadi dengan kepala sekolah SMPIT Bina Insan Bapak Darno ST. Perbincangan itu seputar bagaimana cara atau tritmen menghadapi anak didik yang ada, beliau menyampaikan “cara mendidik anak itu dengan hati, musti melihat anak-anaknya secara satu persatu, anak-anak tidak bisa dan tidak boleh disamaratakan semua. Jika ia lemah dibidang akademik mungkin saja ia akan memiliki keunggulan dibidang seni, olahraga atau bakat yang lainya dan itu perlu kita akomodasi” tuturnya.

Penddikan model ini barangkali menjadi pilihan yang tepat untuk benar-benar memahami anak didik kita sehingga ia (anak didik) menajdi merdeka dalam belajar dan merdeka pula dalam meraih cita dan cita-citanya dikemudian hari.

Terakhir, kembali pada momentum wisuda yang telah dilaksanakan SMPIT Bina Insan salah satu pesan yang terus terngiang adalah “jaga nama baik almamatermu”. Kemudian, jangan berhenti untuk terus belajar dimanapun.

Seyatanya, pesan ini sungguh berat dan sekaligus menjadi cambuk untuk terus dipegang dalam setiap perjalanan anak didik yang telah lulus dari sekolahan tersebut. Sebab dengan cara menjaga nama baik itu maka kesungguhan dalam belajar, kesungguhan dalam menuntut ilmu serta kesungguhan dalam menjalani kehidupan ini benar-benar terpatri dalam diri. Sukses selalu semua lembaga pedidikan di Wahau dan Kongbeng dan khusus untuk SMPIT teruslah mendidik anak bangsa dengan hati.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button