AdvertorialDPRD

Abdi Firdaus Sidak Perusahaan Sawit

KUTAI TIMUR – Tidak mau hanya tinggal diam melihat keresahan petani sawit yang tertekan akibat harga Tandan Buah Segar (TBS) tak sesuai harga penetapan Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur. Abdi Firdaus anggota DPRD Kutim dari Partai Demokrat melakukan sidak bersama Dinas Perkebunan Kabupaten Kutim, pada Selasa (22/6/2022).

Perbedaan harga TBS yang ditetapkan Disbun Provinsi pada kisaran harga Rp 2.818 per kilo gramnya, namun harga jual yang didapatkan petani hanya pada angka Rp 1.750 Kg. Diduga hal ini disebabkan adanya penurunan harga jual Crude Palm Oil (CPO), sehingga harga TBS tak sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah.

“Hari ini kami dari DPRD Kutim bersama dengan Dinas Perkebunan dan Forum Petani Sawit Kutim melakukan sidak ke beberapa perusahaan-perusahaan sawit di Kutim. Mengingat ada laporan masyarakat bahwa perusahaan tidak mengikuti standar harga TBS yang ditetapkan pemerintah,” terang politisi muda tersebut.

Berdasarkan surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Disbun Kalimantan Timur, untuk sawit umur 3 tahun Rp 2.484,48/Kg; sawit umur 4 tahun Rp 2.652,48/Kg; sawit umur 5 tahun Rp 2.665,93/Kg; sawit umur 6 tahun Rp 2.694,02/Kg; sawit umur 7 tahun Rp 2.709,86/Kg; sawit umur 8 tahun Rp 2.730,52/Kg.

“Dengan ini kami dari DPRD Kutim menginstruksikan agar semua perusahaan sawit mengikuti peraturan dan harga jual TBS yang ditetapkan oleh pemerintah,” tegas Abdi Firdaus. (ADV-DPRD/Ron)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button