AdvertorialKominfo

Pengawasan Keamanan Pangan di Kutim Baru Sebatas Rapid Test, Terkendala Laboratorium Terakreditasi

KUTAI TIMUR – Pengawasan keamanan pangan segar di Kutai Timur (Kutim) masih terbatas pada uji cepat atau rapid test. Dinas Ketahanan Pangan (Diskepang) belum dapat menindaklanjuti temuan secara hukum karena terkendala akses ke laboratorium terakreditasi.

Kepala Diskepang Kutim, Dyah Ratna Ningrum, menjelaskan bidang keamanan pangan rutin mengambil sampel bahan pangan segar seperti ikan, sayur, daging, dan buah. Sampel diuji cepat terhadap kandungan formalin dan pestisida. Jika hasilnya positif, sampel seharusnya diuji di laboratorium terakreditasi untuk mengetahui kadar dan membandingkannya dengan ambang batas aman.

“Kalau laboratoriumnya tidak terakreditasi, hasilnya tidak punya kekuatan hukum. Kita tidak berani menegur,” ujarnya. Bila terakreditasi dan kadarnya melebihi ambang batas, Diskepang wajib menegur demi melindungi konsumen.

Kendala saat ini adalah pengiriman sampel ke laboratorium yang memakan biaya cukup besar. Karena itu, uji yang dilakukan baru sebatas menunjukkan positif atau negatif, tanpa mengetahui kadarnya. Dyah menyebut fungsi laboratorium daerah penting agar pengujian dapat dilakukan lebih mudah.

Ia menilai pengawasan sangat penting, terutama untuk bahan pokok dan buah yang banyak didatangkan dari luar daerah dan dijual di toko serta minimarket modern. Diskepang berharap pengujian dapat dilaksanakan lebih masif pada 2027.

Selain pengawasan, Diskepang menghitung neraca bahan makanan untuk mengetahui stok dan kekurangan pasokan. Kekurangan itu disampaikan ke Disperindag. Dyah mengakui sejumlah tugas belum tergarap maksimal dan menyebut pekerjaan dinasnya sangat banyak.

Dyah menegaskan dinasnya hanya bergerak pada skala ketahanan pangan keluarga. Bantuan bibit untuk pertanian skala luas merupakan kewenangan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP). (Adv-kominfo/Q)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button