Strategi “Kualitas di Atas Kuantitas” Berbuah Manis, Squash Kaltim Boyong 5 Medali di Kejurnas Bekasi

BEKASI – Keterbatasan pendanaan akibat kebijakan efisiensi kondisi keuangan daerah ternyata tidak melunturkan semangat KONI Kalimantan Timur, apalagi menciutkan nyali para atlet Squash Kaltim. Justru sebaliknya, kondisi ekonomi yang serba terbatas ini memicu lahirnya strategi cerdas yang berbuah manis pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Squash 2026 di Bekasi, Jawa Barat.
Pada ajang yang berlangsung di Gedung Squash Wibawa Mukti, 7–11 Juli 2026 itu, kontingen Kaltim sukses memboyong pulang lima medali bergengsi, terdiri dari satu emas, satu perak, dan tiga perunggu.
Kunci di balik keberhasilan ini bukan terletak pada banyaknya jumlah atlet yang diterjunkan, melainkan pada ketajaman proses kurasi. Menyadari keterbatasan anggaran, Pengurus Provinsi Squash Kaltim mengambil kebijakan seleksi yang super ketat—hanya atlet dengan peluang terbesar untuk naik podium yang diberangkatkan ke ajang ini.
Sekretaris Squash Kaltim, Vika Maizara, mengungkapkan bahwa strategi “kualitas di atas kuantitas” tersebut terbukti membuahkan hasil. Hampir seluruh atlet yang diberangkatkan pulang membawa medali.
“Kami berkomitmen untuk tetap berprestasi meskipun dalam kondisi anggaran yang terbatas. Strategi kami adalah mengirimkan atlet yang benar-benar memiliki peluang meraih medali. Alhamdulillah, hasilnya sangat memuaskan dan membuktikan bahwa semangat juang kami tidak bisa dibatasi oleh angka di atas kertas,” ungkap Vika.
Medali emas tunggal bagi Kaltim dipersembahkan oleh Achmad Fauzi yang tampil dominan di nomor U-23 putra. Sementara itu, Amelia Dianawati sukses mengamankan medali perak di nomor Open putri.
Torehan Kaltim kian lengkap dengan tiga medali perunggu yang disumbangkan oleh Yuliana Gusti Syafitri (nomor Open putri), Angelia Aurell Eiffely Gare (nomor U-19 putri), serta Cinthia Paramita (nomor U-17 putri).
Membuka Jalan ke Pentas Dunia
Kejurnas 2026 ini bukan sekadar ajang unjuk kemampuan di level domestik semata. Kompetisi ini juga berperan sebagai Seleksi Nasional (Seleknas) untuk menjaring atlet-atlet terbaik yang akan dipersiapkan membela Indonesia di berbagai kompetisi internasional.
Bagi atlet Kaltim, raihan medali di Bekasi ini membuka peluang besar untuk menembus skuad nasional. Vika menambahkan bahwa capaian ini menjadi suntikan motivasi tersendiri bagi seluruh pengurus maupun atlet agar tidak menyerah di tengah keterbatasan yang ada.
“Capaian ini adalah bukti bahwa dengan pembinaan yang terarah dan strategi yang tepat, kita tetap bisa bicara banyak di level nasional. Ini menjadi pelecut semangat bagi kami untuk terus memberikan yang terbaik bagi Kalimantan Timur,” pungkasnya. (esf/mn)







