Peristiwa Daerah

Diwarnai Surat Suara Hilang, dr. Krisdinata Terpilih Jadi Ketua ABP-PTSI Kaltim 2026-2030

SAMARINDA – Musyawarah Wilayah (Muswil) Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABP-PTSI) Kalimantan Timur yang berlangsung di Gedung Serbaguna Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda, Sabtu (13/6/2026), diwarnai insiden administratif berupa hilangnya satu surat suara saat proses pemungutan suara berjalan.

Sidang pleno yang dipimpin oleh Agus Setia Gunawan dari Yayasan Kutai Kartanegara sempat terkendala saat proses penghitungan suara. Dari total 51 yayasan yang terdaftar, sebanyak 25 yayasan hadir dan memiliki hak suara. Namun dalam pelaksanaannya, satu yayasan tidak menggunakan hak pilihnya karena meninggalkan lokasi lebih awal sebelum pemungutan suara dimulai, sementara satu surat suara lainnya hilang tanpa diketahui sebabnya.

Ketua sidang bahkan sampai memerintahkan verifikasi ulang guna memastikan keabsahan jumlah suara yang masuk. “Sampai dua kali diabsen dan tiga kali dilakukan penghitungan ulang, surat suara tersebut tetap tidak ditemukan,” ungkap salah satu panitia di lokasi acara.

Kendati sempat diwarnai kejanggalan administratif tersebut, proses pemilihan tetap dilanjutkan hingga akhirnya menetapkan dr. Krisdinata, AIFO-K, sebagai Ketua ABP-PTSI Kaltim periode 2026-2030. Krisna—sapaan akrab Dewan Pengawas Yayasan Pembina Pendidikan Mahakam (YPPM) ini—unggul telak dengan perolehan 13 suara, mengalahkan dua kandidat lainnya yakni H. Mujito Hadi MD, MM (10 suara) dan Joy Nashar Utamajaya (2 suara).

Fokus pada Mitigasi Internal

Menyikapi kendala yang terjadi selama Muswil berlangsung, dr. Krisdinata menyampaikan akan menjadikan peristiwa tersebut sebagai bahan evaluasi tata kelola organisasi ke depannya. Ia menegaskan, langkah awal yang akan dilakukannya usai terpilih adalah melakukan mitigasi sekaligus pendataan ulang terhadap seluruh anggota ABP-PTSI di Kaltim.

“Langkah mitigasi dan pendataan ini sangat krusial agar pengurus terpilih lebih mudah melakukan koordinasi ke depan, sekaligus memastikan tertib administrasi organisasi,” jelas Krisna.

Terlepas dari insiden yang terjadi, Krisna berkomitmen membawa ABP-PTSI Kaltim menjadi organisasi yang lebih progresif. Mengingat posisi Kaltim sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), ia menargetkan penguatan kualitas sumber daya manusia di perguruan tinggi swasta agar mampu bersaing baik di tingkat nasional maupun internasional.

Ke depan, pengurus yang baru terpilih dijadwalkan menyusun struktur organisasi dalam kurun waktu tujuh hari, sebelum kemudian memulai konsolidasi dengan perguruan tinggi swasta se-Kalimantan, sekaligus menjajaki peluang kerja sama pendidikan dengan kawasan Borneo lainnya seperti Sabah, Sarawak, dan Brunei Darussalam. (mn)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button