10 dari 13 Penghargaan Pelayanan Publik Kutim 2025 Diborong Sektor Kesehatan

SANGATTA – Sektor kesehatan menjadi yang paling menonjol dalam daftar penerima Penghargaan Pelayanan Publik yang diberikan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) atas capaian kinerja sepanjang tahun 2025. Dari 13 instansi yang menerima penghargaan dari Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, sebanyak 10 di antaranya merupakan fasilitas layanan kesehatan masyarakat.
Penghargaan berupa rapor hijau tersebut diserahkan secara langsung oleh Bupati Ardiansyah di Sangatta, Kutai Timur, pada Rabu (3/6/2026).
Adapun fasilitas kesehatan yang berhasil meraih penghargaan tersebut antara lain RSUD Kudungga, RSUD Sangkulirang, serta delapan puskesmas, yaitu Puskesmas Teluk Lingga, Sepaso, Kaliorang, Kombeng, Muara Wahau II, Sangatta Utara, Rantau Pulung, dan Tepian Baru. Sementara itu, tiga penghargaan lainnya diberikan kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), serta Kecamatan Sangatta Utara.
Bupati Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa kemudahan akses layanan di sektor pemenuhan hak dasar, seperti kesehatan dan administrasi kependudukan, menjadi indikator utama kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Ia berharap capaian sektor kesehatan ini dapat memacu instansi maupun kecamatan lain untuk segera melakukan pembenahan.
“Penghargaan yang diberikan hari ini merupakan bentuk pengakuan atas dedikasi dalam menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Ini bukan tujuan akhir, namun menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja dan inovasi,” kata Ardiansyah.
Ia juga menjelaskan bahwa salah satu faktor penting dalam mendorong peningkatan mutu pelayanan publik di Kutim saat ini adalah pemanfaatan teknologi digital serta upaya penyederhanaan birokrasi agar prosesnya lebih efisien dan tidak berbelit-belit.
Pemkab Kutim menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat sistem pelayanan yang transparan dan akuntabel di seluruh lini pemerintahan. Untuk mewujudkan hal tersebut, penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) aparatur serta integrasi sistem digital akan terus digencarkan pada masa mendatang.
“Berbagai upaya terus dilakukan untuk meningkatkan pelayanan, mulai dari penyederhanaan prosedur, pemanfaatan teknologi digital, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia aparatur,” tutupnya. (rls/mn)







