Peristiwa Daerah

Nekat Cabuli Anak dan Kemenakan Sendiri, Paman dan Bapak di Kutim Diancam 15 Tahun Penjara

KUTAI TIMUR – Keluar dari sarang harimau masuk ke mulut buaya menjadi ibarat yang tepat bagi melati yang menjadi korban perbuatan asusial dari pamannya yakni AK dan ayahnya EF.

Kedua tersangka saat diwawancarai oleh awak media.

Gadis belia tersebut bukannya mendapat perlindungan pasca pengaduannya terkait ulah bejat pamannya sendiri, namun malah digarap oleh ayah kandungnya setelah dia mengadu.

Hal tersebut terungkap dalam press release kasus pencabulan anak di bawah umur yang digelar oleh Polres Kutim dan dipimpin oleh Wakapolres Kutim, Kompol Damus Asa, didampingi oleh Kasatreskrim, Iptu I Made Jata Wiranegara, dan juga Kasi Humas, Iptu Totok, Jum’at (19/08/2022).

“Korban melaporkan perlakuan pamannya ke ayah kandungnya, yakni EF. Bukan hanya tak diperhatikan, setelah beberapa hari ayahnya sendiri pun turut melakukan perbuatan amoral kepada Melati. Modusnya adalah korban dipaksa melakukan perbuatan tersebut dengan ancaman dari pelaku,” ujarnya.

Wakapolres juga menyampaikan bahwa perbuatan asusila tersebut dilaksanakan oleh kedua pelaku secara berulang-ulang dari tahun 2017 hingga saat ini.

“Kejahatan terhadap anak ini terungkap setelah korban melaporkan hal tersebut kepada bibinya yang langsung melaporkan ke Polsek setempat. Sebelumnya korban juga sempat mengadukan masalah ini ke ibunya, tapi tidak mendapatkan respon signifikan,” imbuhnya.

Menambahkan, Kasatreskrim Iptu I Made Jata Wiranegara menegaskan bahwa untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua pelaku diancam dengan pasal 81 ayat 1 hingga 3 UURI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan PP pengganti Undang Undang Nomor 1 Tahun 2016, tentang perubahan kedua atas Undang Undang Nomor 23 Tahun 2002 mengenai perlindungan anak, junto pasal 64 KUHP.

“Ancaman hukumannya 15 tahun penjara dan juga denda paling banyak 300 juta rupiah,” tegasnya.

Kasatreskrim juga menambahkan bahwa selama kurun waktu Januari hingga Agustus 2022, Unit PPA Polres Kutim telah menangani 12 kasus serupa, 6 diantaranya telah memasuki tahap 2 dan sisanya masih tahap sidik.

“Sesuai instruksi Kapolres kami terus berupaya maksimal untuk menyelesaikan kasus yang kami tangani,” tutupnya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button