Bahaya Mengancam di Jembatan Mahulu: Warga Menjerit, Pemerintah Provinsi Baru Bertindak Setelah Didesak Surat Terbuka
SAMARINDA — Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) telah lama menjadi momok menakutkan bagi ribuan pengendara yang melintasinya setiap hari. Bukannya berfungsi sebagai sarana transportasi yang aman, jembatan yang menghubungkan Kecamatan Sungai Kunjang dengan Loa Janan Ilir ini justru dibiarkan dalam kondisi rusak berat, minim penerangan, tanpa pengawasan, dan berubah menjadi titik rawan kecelakaan akibat kelalaian Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang berlarut-larut.
Puncak kekesalan warga akhirnya tersalurkan lewat Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) Kelurahan Loa Buah. Kecewa dengan perbaikan jalan yang hanya bersifat sementara dan tak pernah menyelesaikan akar masalah, FKPM mengirimkan surat terbuka bernada tegas kepada Gubernur Kalimantan Timur.
Perwakilan FKPM Loa Buah, Sabil Husein, menyampaikan keprihatinannya pada Senin (20/7/2026). Ia menegaskan bahwa kerusakan yang terjadi berulang kali berpotensi membahayakan masyarakat yang setiap hari menggunakan jembatan tersebut, bahkan pihaknya kerap turun tangan membantu evakuasi korban kecelakaan di lokasi itu.
Selama ini, pengendara — terutama pengguna sepeda motor — harus mempertaruhkan keselamatan mereka setiap kali melintas. Permukaan jalan yang bergelombang akibat kerusakan sambungan jalan (expansion joint) yang tak kunjung diperbaiki secara permanen, ditambah minimnya penerangan yang membuat jembatan gelap gulita di malam hari, menjadikan kawasan ini semakin berbahaya.
Yang lebih memprihatinkan, jembatan strategis ini juga tidak dilengkapi kamera pengawas (CCTV). Minimnya sistem keamanan ini membuat lokasi tersebut rawan kecelakaan lalu lintas, bahkan pernah menjadi tempat terjadinya percobaan bunuh diri, serta kerap menjadi sasaran vandalisme berupa pencurian komponen kelistrikan oleh oknum tak bertanggung jawab.
Setelah Ditekan Surat Terbuka, Gubernur Akhirnya Turun ke Lapangan
Menghadapi tekanan publik yang terus meningkat dan kekhawatiran akan keselamatan warga, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud beserta jajaran pejabat terkait akhirnya meninjau langsung lokasi jembatan pada Selasa (21/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, pemerintah provinsi menyatakan komitmennya untuk segera mengambil langkah darurat, meliputi pemasangan CCTV, perbaikan sistem penerangan yang sebelumnya mati total, serta pembenahan infrastruktur jalan yang rusak. Namun, satu pertanyaan tetap mengemuka: mengapa tindakan cepat pemerintah baru muncul setelah nyawa warga terancam dan bahaya sudah di depan mata?(*/mn)







